Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Meningkat di Sejumlah Wilayah

Usay Nor Rahmad • Rabu, 12 November 2025 | 07:52 WIB
Peta analisis cuaca. (BMKG)
Peta analisis cuaca. (BMKG)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Imbauan ini dikeluarkan seiring meningkatnya potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan disebabkan oleh aktifnya berbagai faktor dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal.

“Beberapa faktor utama yang berperan antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” ujar Guswanto.

Menurutnya, Siklon Tropis FUNG-WONG yang saat ini berada di Laut Filipina bagian timur dan bergerak ke arah barat laut menuju Luzon, memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara.

Sementara itu, kombinasi aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby dan Kelvin turut meningkatkan pembentukan awan konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur selama sepekan ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memprakirakan potensi cuaca ekstrem yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–16 November 2025.

Pada 10–12 November, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, DIY, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat (status SIAGA) diperkirakan terjadi di Aceh, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.

Lalu pada 13–16 November, hujan dengan intensitas lebat–sangat lebat masih akan terjadi di Bengkulu, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Selain itu, hujan sedang–lebat juga berpotensi terjadi di sebagian besar provinsi lainnya, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, serta Papua Barat Daya.

Adapun potensi angin kencang masih dapat terjadi di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, Bali, DKI Jakarta, dan Banten.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca secara mendadak, seperti hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

“Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan petir, menjauhi pohon besar serta bangunan rapuh, dan menjaga kebersihan lingkungan agar saluran drainase berfungsi dengan baik untuk mengurangi risiko banjir,” kata Guswanto.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra–selatan Jawa, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Arafura.

Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, yakni situs www.bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG, dan aplikasi InfoBMKG.

“Informasi ini bersifat umum sebagai panduan kewaspadaan. Tetap siaga, waspada, dan pahami langkah keselamatan jika cuaca ekstrem terjadi di wilayah Anda,” tutupnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#BMKG #banjir #longsor #cuaca ekstrem