SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Usulan perbaikan musala di SMP Negeri 1 Kotabesi segera ditindaklanjuti.
Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Noor Aprilly memastikan renovasi musala akan dikerjakan pada tahun anggaran berikutnya setelah proposal diinput ke sistem perencanaan daerah.
”Perbaikan musala di SMPN 1 Kotabesi sudah masuk usulan anggaran dan sudah diinput di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Insya Allah, renovasi bangunan musala akan dikerjakan tahun depan,” kata Noor Aprilly saat dikonfirmasi Radar Sampit, Kamis (6/11).
Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini menuturkan, usulan itu muncul dari aspirasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Kepala SMPN 1 Kotabesi, Qamarul Rijal, disebut telah mengajukan beberapa kebutuhan sekolah melalui musrenbang kelurahan termasuk ruang laboratorium lapangan basket dan perbaikan musala.
”Pak Qamarul Rijal selaku Kepala SMPN 1 Kotabesi sebelumnya sudah mengusulkan dalam kegiatan musrenbang kelurahan ada beberapa usulan seperti penyediaan ruang laboratorium lapangan basket dan salah satunya musala juga masuk dalam usulan,” ujar Noor.
Dari sejumlah usulan tersebut, musala dinilai paling mendesak karena kondisinya yang memang sudah lama tidak diperbaiki.
Noor menegaskan, perbaikan akan menggunakan dana pokok pikiran (pokir) DPRD Kotim yang bersumber dari APBD Kotim.
”Kami melihat musala yang paling urgent untuk segera diperbaiki karena kondisi bangunan yang sudah lama tidak diperbaiki. Ini akan diperbaiki menggunakan dana pokok pikiran (pokir) DPRD Kotim yang bersumber dari APBD Kotim,” kata Noor.
Namun, perbaikan bersifat terbatas bukan renovasi total atau perluasan kapasitas.
Noor menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah membuat perencanaan hanya untuk perbaikan sehingga ukuran bangunan tidak berubah.
”Kita ketahui bersama, kondisi anggaran pemerintah daerah untuk saat ini tidak memungkinkan untuk direnovasi total ataupun diperluas daya tampungnya sehingga rencananya hanya dilakukan renovasi perbaikan musala saja tahun depan,” ujarnya.
Kepala SMPN 1 Kotabesi yang kini dijabat Slamet Tedu Rahman menuturkan, perbaikan memang sudah lama dinantikan.
Musala yang dibangun pada 1988 itu menjadi fasilitas penting mengingat mayoritas siswa beragama Islam.
”Saat ini jumlah siswa berjumlah 415 yang mana 96 persen beragama islam dan sisanya beragama non muslim. Sehingga, kami sangat mengharapkan perbaikan musala yang memang sangat dibutuhkan siswa yang beragama islam untuk beribadah,” kata Slamet yang menggantikan Qamarul Rijal belum lama ini.
Musala berukuran 6 x 6 meter hanya mampu menampung sekitar 35 siswa atau setara satu ruang kelas.
Kondisi bangunan yang berumur 37 tahun juga membuat fasilitas kerap kotor meskipun rutin dibersihkan.
”Bangunan musala ini umurnya sudah 37 tahun. Jadi, setiap kali disapu lantai kotor lagi dan siswa rutin membersihkan sebelum melaksanakan salat dzuhur,” ujar Nurwahidah guru Agama Islam SMPN 1 Kotabesi saat ditemui Radar Sampit, Sabtu (1/11).
Nurwahidah, yang mengajar sejak 2009, berharap pemerintah daerah memberi perhatian segera agar musala menjadi tempat ibadah yang bersih nyaman dan lebih luas sehingga dapat menampung jamaah lebih banyak.
”Sebagai guru agama yang sudah mengajar sejak tahun 2009 di SMPN 1 Sampit turut merasakan sedih melihat kondisi musala di sekolah. Karenanya, kami sangat mengharapkan bantuan perbaikan musalah supaya siswa bisa beribadah dengan nyaman dalam suasana yang bersih dan kami harap musala bisa diperluas sehingga dapat menampung banyak jemaah. Semoga pemerintah daerah bisa secepatnya membantu memperhatikan musala kami,” katanya. (hgn)
Editor : Gunawan.