SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan sosialisasi bagi para pengelola media sosial (medsos) di lingkungan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan kecamatan, Selasa (28/10).
Plt Kepala Diskominfo Kotim Jumberi mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan peran admin media sosial pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.
“Setiap SOPD, kecamatan, hingga desa wajib memiliki dan mengelola media sosial yang aktif. Media sosial kini menjadi sarana utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Karena itu, segala kegiatan pemerintahan, pembangunan, hingga kegiatan kemasyarakatan harus disampaikan secara terbuka,” ujar Jumberi.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi merupakan kewajiban pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Pemerintah tidak bisa lagi menutup-nutupi kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“Melalui media sosial dan website resmi pemerintah daerah, seluruh kegiatan wajib ditayangkan secara transparan. Baik kegiatan yang sifatnya positif maupun yang belum sesuai harapan masyarakat, tetap harus disampaikan agar masyarakat tahu dan bisa ikut memberi masukan,” tambahnya.
Menurut Jumberi, keberadaan admin media sosial di setiap SOPD dan kecamatan memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi yang benar dan membangun citra positif pemerintah daerah.
Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat, termasuk terkait hal-hal yang bersifat negatif seperti aktivitas balap liar atau kegiatan yang membahayakan keselamatan dan ketertiban umum.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kotim Agus Pria Dani mengatakan kegiatan ini juga untuk menyatukan persepsi antaradmin terkait penggunaan media sosial di lingkungan pemerintah daerah.
“Sudut pandang pemerintah dan masyarakat sering kali berbeda. Masyarakat bisa saja menilai kegiatan pemerintah salah karena belum memahami tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyamakan persepsi agar informasi yang disampaikan ke masyarakat bisa lebih objektif dan mudah dipahami,” jelas Agus.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari Norjani dari LKBN Antara yang membawakan topik tentang pengelolaan website dan penulisan berita pemerintahan, serta Khusai, seorang konten kreator yang berbagi pengalaman tentang strategi penyampaian informasi kreatif melalui media sosial.
Kegiatan ini diikuti oleh para admin media sosial dari seluruh OPD dan kecamatan se-Kotawaringin Timur dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola informasi publik secara profesional, transparan, dan menarik bagi masyarakat. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor