SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Modika Latifah Munawarah meminta agar pemerintah daerah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga memastikan sistem drainase di kawasan perkotaan dibenahi secara menyeluruh.
“Terkait rekonstruksi Jalan Pelita, kami ingin tahu apakah hanya perbaikan jalan atau termasuk perbaikan drainase juga. Karena di kawasan Pelita Timur sering banjir, begitu juga di Jalan Suprapto. Di sana ada sekolah yang ikut terdampak kalau banjir datang,” ujar Modika.
Menurutnya, genangan air di kawasan tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Karena itu, ia menilai perbaikan drainase menjadi langkah prioritas agar permasalahan banjir bisa diselesaikan secara permanen.
"Apalagi di sana kawasan padat lalu lintas. Kami harap menjadi perhatian serius," katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana khusus untuk penanganan banjir di Jalan Pelita melalui pembangunan sistem drainase baru yang lebih efektif.
Ia menambahkan, salah satu penyebab utama banjir di wilayah Sampit adalah keterbatasan saluran air yang mengalir langsung ke Sungai Mentaya.
Karena itu, pihaknya tengah mengkaji alternatif agar aliran air dari Jalan DI Panjaitan menuju Sungai Mentaya bisa diperkuat melalui jalur baru di kawasan Jalan Pelita.
Adapun, kegiatan pengendalian banjir Jalan Pelita masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026 dengan pagu Rp7 miliar. Mentana berharap rencana tersebut disetujui agar dapat dilaksanakan di 2026. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor