Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Delapan Titik Panas Terdeteksi di Kotim, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Masih Tinggi

Usay Nor Rahmad • Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:39 WIB
Kebakaran lahan yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru-baru ini. (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru-baru ini. (BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) kembali merilis data terbaru soal kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah setempat. Dalam 24 jam terakhir, terdeteksi delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah yang tersebar di beberapa kecamatan.

Berdasarkan data yang diakses pada 14 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB, titik panas terbanyak terpantau di Kecamatan Bukit Santuai dengan enam titik, tepatnya di wilayah Tumbang Payang, Tumbang Batu, dan Tumbang Penyahuan.

Sementara dua titik lainnya terpantau di Kecamatan Telaga Antang, masing-masing di wilayah Rantau Katang dan Tumbang Sangai.

Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim M Inggit Rizki menjelaskan, kemunculan hotspot tersebut mengindikasikan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih cukup tinggi di wilayah bagian utara dan timur Kotim.

“Berdasarkan hasil analisis arah angin dari satelit Himawari, pola angin bertiup dari timur hingga selatan menuju barat hingga utara, yang dapat mempercepat penularan api jika terjadi kebakaran,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Selain itu, analisis potensi kemudahan kebakaran menunjukkan, sebagian wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di bagian selatan Kotim, masih berada pada zona “mudah terbakar” hingga “sangat mudah terbakar.”

Sementara dari citra satelit cuaca Himawari-8 pada pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat pertumbuhan awan signifikan di beberapa wilayah Kotim seperti Telaga Antang, Antang Kalang, Mentaya Hulu, dan Telawang. Kondisi ini menandakan adanya peluang hujan lokal yang bisa membantu meredam potensi titik panas di sejumlah daerah.

Untuk wilayah pesisir, BMKG juga memperkirakan tinggi gelombang laut di perairan selatan Kotim pada 15 Oktober 2025 berkisar antara 0,5 hingga 1,0 meter. Kondisi tersebut tergolong normal dan relatif aman bagi aktivitas pelayaran skala kecil.

Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah yang terpantau kering dan berangin.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat arah angin dapat membawa api dengan cepat dan meluas,” kata petugas BMKG tersebut.

Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat segera melapor ke posko siaga karhutla jika menemukan titik api, serta meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan seperti Bukit Santuai, Telaga Antang, dan sekitarnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#BMKG #cuaca hari ini #kotim #kebakaran lahan