SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Lonjakan penumpang saat masa arus mudik yang bisa mencapai 2.000 orang dalam satu waktu membuat Pelabuhan Sampit terus dibenahi.
Pagar pembatas sudah rampung, pengerasan area parkir akan dikerjakan tahun depan, termasuk pemanfaatan lahan eks Bea Cukai sebagai buffer area.
Transformasi layanan yang berjalan sejak 2023 itu tidak sekadar kosmetik.
Pengecatan dinding terminal penumpang, pergantian 10 unit pintu kios kayu menjadi rolling door, serta perbaikan plafon telah rampung dikerjakan.
”Sejak tahun 2023 saya bertugas di sini, transformasi layanan sudah berjalan cukup baik. Ada penerapan auto gate, perbaikan di terminal penumpang dan pembangunan pagar juga sudah tinggal finishing pengecetan saja. Tahun depan kami rencanakan akan mengerjakan pengerasan area parkir,” ujar Tri Purbo Waluyojati, Junior Manager Pelayanan Terminal Pelindo Regional 3 Sampit, Rabu (1/10).
Pagar pembatas yang dikerjakan tahun ini merupakan bagian dari tahap dua, dikerjakan sepanjang 170 meter dari total 316 meter; 146 meter sisanya sudah eksisting.
Pada peningkatan sarana-prasarana tahap pertama, Pelindo menambah 30 kursi tunggu sehingga kini tersedia 90 set kursi di Terminal Penumpang, ditambah 200 kursi tunggu di selasar belakang kantor yang menghadap Sungai Mentaya.
Fasilitas itu telah dimanfaatkan penumpang pada arus mudik Lebaran Maret 2025.
”Selasar belakang sudah selesai dilakukan pengecoran 10 September 2024 lalu dan sekarang digunakan untuk penumpang yang menunggu keberangkatan kapal. Selain menambah kursi tunggu, kami juga sediakan 4 televisi untuk monitor jadwal keberangkatan kapal dan menyediakan 1 kursi roda apabila diperlukan,” tambah Tri.
Secara areal, Pelabuhan Sampit yang dikelola Pelindo memiliki luas 8.000 meter persegi, termasuk ruang tunggu terminal penumpang seluas 4.000 meter persegi.
Selain itu, terdapat lahan eks Bea Cukai seluas 1.200 meter persegi yang kini menjadi aset Pelindo.
Tri menjelaskan, kapasitas terminal pada kondisi normal hanya menampung sekitar 800 penumpang, sementara saat momen mudik jumlah penumpang dapat melonjak hingga 2.000 ketika lebih dari satu kapal berangkat hampir bersamaan.
Untuk menghindari penumpukan, penumpang dilakukan check-in dan dipersilakan menaiki kapal secara berangsur.
Rencana penataan selanjutnya adalah memanfaatkan lahan eks Bea Cukai sebagai buffer area terminal penumpang pada tahun depan.
”Letaknya berada di samping terminal penumpang, saat ini memang masih ditumbuhi pepohonan. Secara eksisting luasnya 1.200 meter persegi atau sekitar 60 x 40 meter yang rencana kedepan akan difungsikan sebagai buffer area dan penambahan kios untuk food court,” ujar Tri.
Dalam perayaan Pelindo Day ke-4, Tri juga memperkenalkan link laporan pengaduan yang dapat dimanfaatkan mitra kerja untuk memberikan saran dan kritik terhadap kinerja Pelindo di Pelabuhan Sampit.
”Apa pun saran dan kritikan bisa disampaikan melalui link yang kami sediakan. Semua keluhan itu terkoneksi hingga ke Pelindo pusat dan tentu kritikan dan saran akan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Tri menegaskan kembali fungsi Pelindo sebagai operator terminal, bukan regulator.
”Perlu dipahami, bahwa Pelindo tugasnya hanya operator terminal. Kami bukan regulator yang punya kewenangan baik dalam hal tarif ataupun regulasi. Sehingga, kami berharap dari sosialisasi ini, mitra kerja dapat memahami alur pelayanan di Pelabuhan Sampit yang menjadi tugas Pelindo,” katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.