SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor menyoroti pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama program ketahanan pangan nasional yang tengah digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau mendengar langsung dari masyarakat, khususnya petani lokal di wilayah selatan, kendala utama mereka adalah akses jalan pertanian yang rusak, sistem irigasi yang belum maksimal, serta jumlah pupuk bersubsidi yang sangat terbatas,” ujar Akhyannoor.
Salah satu persoalan krusial adalah pupuk subsidi. Banyak petani di wilayah selatan Kotim yang mengelola lahan luas, bahkan mencapai enam hektare per orang, tetapi jatah pupuk yang diterima tidak mencukupi kebutuhan.
Akhyannoor menilai, jika pupuk tersedia dengan cukup dan merata, petani bisa lebih optimal dalam meningkatkan hasil produksi.
“Dengan kondisi lahan yang begitu luas, kebutuhan pupuk tinggi. Sayangnya, jatah pupuk subsidi sangat terbatas,” ujarnya.
Seiring dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai salah satu wilayah penyangga ketahanan pangan, Akhyannoor berharap Kotim bisa menjadi lumbung padi, bersanding dengan wilayah lain seperti Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau.
Untuk mewujudkan hal ini, ia menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, mulai dari perbaikan jalan usaha tani, penguatan jaringan irigasi, hingga peningkatan alokasi pupuk subsidi.
“Kalau itu semua terpenuhi dan berjalan baik, pertanian pasti akan berhasil,” pungkasnya. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor