Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Pangan di Sampit Relatif Stabil, Beberapa Melonjak

Heny Pusnita • Jumat, 26 September 2025 | 23:37 WIB
RELATIF STABIL: Aktivitas pedagang di Pasar Al Kamal Sampit, Jumat (26/9).
RELATIF STABIL: Aktivitas pedagang di Pasar Al Kamal Sampit, Jumat (26/9).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Harga beberapa sayur dan cabai di pasar tradisional kembali bergolak. Lombok merah kriting melonjak, seledri ikut merangkak naik, sementara beberapa komoditas lain mulai stabil.

Kenaikan paling nyata terjadi pada lombok kriting yang kini dipatok Rp70.000 per kilogram, melonjak Rp10.000 dari harga semula dalam tiga hari terakhir.

”Lombok kriting naik Rp 10 ribu. Dari harga Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram sudah tiga hari ini,” kata Dewi, pedagang di Pasar Tradisional Al Kamal, Jumat (26/9).

Perubahan harga lain, lombok rawit turun dari Rp55.000 tiga hari lalu menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan lombok merah besar relatif stabil di kisaran Rp55.000-60.000 per kilogram. Lombok hijau besar dijual Rp30.000 per kilogram.

”Lombok rawit baru turun harga malam tadi. Lombok hijau besar saya jual Rp30 ribu, kalau ambil banyak saya kasih harga Rp20 ribu per kilogram saja,” ujar Dewi.

Tomat yang sempat melambung hingga Rp40.000 per kilogram beberapa bulan lalu, kini berangsur turun dan mulai normal.

”Tomat sudah turun beberapa minggu yang lalu jual Rp 15 ribu, ini hari ini saya jual Rp 13 ribu per kilogram. Penjualan tomat sudah stabil,” kata Dewi.

Komoditas lainnya relatif stabil. Bawang putih Rp35.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000-40.000 per kilogram. Sayur-sayuran yang terpantau antara lain sawi besar Rp10.000 per ikat, bayam Rp10.000 per ikat, kangkung Rp5.000 per ikat, seledri Rp30.000 per ikat, pakcoy Rp20.000 (10 pot), bawang prey Rp40.000 per kilogram, selada Rp8.000 per ikat, dan kemangi Rp10.000 per 4 ikat.

”Harga sawi lagi murah. Seikat besar hanya Rp10 ribu, biasanya Rp20-40 ribu per ikat. Yang naik hanya bayam dari Rp7 ribu naik Rp 10 ribu sudah 4 hari ini. Seledri juga naik dari harga Rp20 ribu naik menjadi Rp30 ribu per ikat sudah dua hari ini,” ujar Marsiah, pedagang sayur di Pasar Tradisional Jalan MT Haryono.

Pergerakan harga menunjukkan dinamika pasokan, musim, dan permintaan lokal. Beberapa komoditas menurun setelah periode melonjak, sedangkan komoditas lain seperti lombok kriting dan seledri mencatat kenaikan mendadak yang perlu diwaspadai konsumen dan pedagang. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#harga pangan #sampit