SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Kotawaringin Timur terus memperkuat layanan transfusi darah dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya donor darah.
Upaya ini terlihat dari berbagai kegiatan pelayanan, penghargaan kepada pendonor rutin, serta program pengingat bagi donor yang terdaftar.
Kepala UDD PMI Kotim Aldila Tiurmawati Lumban Gaol mengatakan, pemberian penghargaan kepada pendonor rutin menjadi salah satu bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga ketersediaan darah.
”Pendonor yang rutin menyumbangkan darah juga mendapatkan penghargaan dari UDD PMI Kotim sebagai bentuk apresiasi telah berkontribusi dalam membantu memastikan ketersediaan darah di PMI Kotim,” ujar Aldila.
Data UDD menunjukkan partisipasi warga yang signifikan, yakni 550 orang telah berdonor 10 kali, 335 orang mencapai 25 kali donor, dan 85 orang tercatat sudah mendonorkan darah 50 kali.
Secara simbolis, pemberian penghargaan diserahkan kepada Uji Fernanda (10 kali donor), Andri Riyadi (25 kali donor), dan Suratin (50 kali donor).
”Setiap tahun UDD PMI Kotim rutin memberikan penghargaan kepada lebih dari 10 orang. Tadi kami berikan tiga orang saja secara simbolis,” tambah Aldila.
Aldila berharap kesadaran dan semangat warga untuk mendonorkan darah terus tumbuh, terutama di kalangan usia produktif.
”Semoga masyarakat di Kotim tergerak hatinya untuk rutin mendonorkan darahnya. Terutama kami mengharapkan masyarakat usia produktif 18–30 tahun ke atas,” ujarnya.
Manfaat donor darah juga ditekankan oleh pihak UDD. Selain menjaga kebugaran dan melancarkan peredaran darah, pendonor memperoleh layanan skrining kesehatan gratis untuk sejumlah penyakit.
Aldila mengingatkan calon pendonor harus memenuhi persyaratan kesehatan sebelum melakukan donor.
Mereka harus dipastikan sehat, terbebas dari empat macam penyakit, kadar hemoglobin dan tekanan darah berada pada nilai normal, memiliki berat badan minimal 45 kg, dan tidak sedang menderita penyakit tertentu.
”Sebelum donor darah, calon pendonor harus dipastikan sehat dan terbebas dari empat macam penyakit. Karena itu, sebelum donor darah harus skrining kesehatan, kadar hemoglobin dan tekanan darah juga harus dipastikan normal, berat badan minimal 45 kg dan tidak sedang menderita penyakit tertentu,” jelasnya.
Secara operasional, UDD PMI Kotim melayani rata-rata 20–30 pendonor per hari. Selain pelayanan harian, UDD juga sering menerima permintaan donor darah massal dari perusahaan yang mampu mengumpulkan lebih dari 500 kantong darah dalam satu kegiatan.
Aldila menyebut, stok darah ideal per golongan berkisar 50–60 kantong, namun mengakui ketersediaan golongan darah A dan AB cenderung lebih langka sehingga sering menipis.
Untuk menjaga kontinuitas stok, UDD PMI Kotim aktif melakukan pengingat kepada pendonor rutin melalui pesan WhatsApp ketika sudah tiba jadwal donor mereka.
”Karena itu, kami selalu mengingatkan melalui pesan yang ditujukan kepada pendonor rutin apabila sudah saatnya mendonor, akan diingatkan melalui pesan WhatsApp,” katanya.
Bupati Kotim Halikinnor dan Wakil Bupati Kotim Irawati turut hadir dalam rangkaian kegiatan layanan dan penghargaan tersebut.
Halikinnor juga menyampaikan pesan agar warga yang sehat mempertimbangkan untuk menjadi donor darah sebagai tindakan mulia membantu sesama.
”Yang sehat bisa menyumbangkan darahnya untuk membantu warga kita di rumah sakit — ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya.
Adapun Irawati menegaskan pentingnya solidaritas dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan PMI.
”Di usia ke-80 tahun ini, PMI telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam merespons berbagai bencana, mendonorkan darah untuk yang membutuhkan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kesehatan,” katanya, seraya memberi apresiasi kepada relawan PMI. (hgn)
Editor : Gunawan.