Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hujan Ringan, Titik Panas Muncul Lagi di Kotim

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 20 September 2025 | 10:15 WIB
Banjir di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit belum surut. Di sisi lain titik panas diduga kebakaran juga mulai muncul di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Banjir di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit belum surut. Di sisi lain titik panas diduga kebakaran juga mulai muncul di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur merilis sejumlah data cuaca terbaru untuk wilayah Kalimantan Tengah, Sabtu (20/9/2025).

Meski hujan ringan diperkirakan turun di sebagian besar daerah, potensi bencana hidrometeorologi masih perlu diwaspadai.

Dalam prakiraan curah hujan 24 jam ke depan, wilayah Kotawaringin Timur diprediksi hanya mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Namun citra satelit Himawari-8 pada pukul 07.00 WIB menunjukkan pertumbuhan awan signifikan di beberapa kecamatan, di antaranya Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Parenggean, dan Cempaga Hulu.

Sementara itu, peta potensi banjir per dasarian (sepuluh harian) menunjukkan risiko banjir di Kalteng masih berada pada level rendah hingga aman.

Pada Dasarian II September (11–20 September), sebagian wilayah masih berpotensi banjir rendah, namun di Dasarian III (21–30 September) risiko menurun dan mayoritas wilayah dinyatakan aman.

Memasuki awal Oktober, potensi banjir kembali berada pada kategori rendah hingga menengah di beberapa titik.

Untuk kondisi laut, BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan pada Minggu (21/9) berkisar 0,75 – 1,25 meter, baik pada siang maupun malam hari. Kondisi ini tergolong aman bagi aktivitas pelayaran.

Meski curah hujan mulai muncul, titik panas kembali terdeteksi di Kotim. Rekapitulasi hotspot pada 20 September menunjukkan dua titik panas berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Bapeang, dengan tingkat kepercayaan menengah.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan masih ada, khususnya pada 21 September 2025. Wilayah selatan Kalteng masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama potensi kebakaran lahan dan peningkatan curah hujan yang dapat memicu banjir lokal.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir #kotim #desa lampuyang