SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memperketat pemantauan situasi di seluruh wilayah kecamatan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tetap kondusif di tengah dinamika politik nasional yang saat ini menjadi sorotan publik.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Kotim Rihel menegaskan pihaknya aktif berkoordinasi dengan para camat dan kepala desa untuk mendapatkan laporan terbaru terkait kondisi di lapangan. Hingga Selasa (2/9/2025), laporan yang diterima menunjukkan situasi di 17 kecamatan masih aman dan terkendali.
“Kami terus melakukan update secara langsung melalui camat di masing-masing wilayah. Bersyukur sampai hari ini semua laporan menunjukkan kondisi masih kondusif,” ujar Rihel.
Menurutnya, masyarakat di kecamatan cenderung tidak terlalu terpengaruh dengan dinamika politik di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Namun, ada potensi kerawanan lain yang lebih sensitif dirasakan warga desa, terutama terkait sengketa lahan, plasma, maupun isu yang berkaitan dengan SARA.
“Kalau politik nasional jarang memengaruhi mereka, tapi kalau isu plasma atau lahan, bahkan hal-hal bernuansa SARA, itu cepat sekali menimbulkan gejolak. Karena itu, deteksi dini dan langkah pencegahan selalu kami kedepankan agar tidak berkembang,” tambahnya.
Pemantauan yang dilakukan Kesbangpol semakin relevan setelah adanya aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di depan Gedung DPRD Kotim pada Senin (1/9). Dalam aksi tersebut, pemerintah daerah ikut mendampingi jalannya kegiatan, termasuk Rihel yang hadir bersama Pj Sekda Kotim Masri.
Kehadiran pejabat pemerintah dalam aksi tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus upaya meredam potensi gesekan. Aparat keamanan pun turut menurunkan ratusan personel untuk menjaga jalannya aksi agar tetap tertib.
Rihel menegaskan, Kesbangpol tidak hanya berperan sebagai pengawas situasi politik, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap dinamika bisa segera direspons dengan cepat, sehingga stabilitas di Kotim tetap terjaga,” tandasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor