SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Titik panas atau hotspot kembali terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Berdasarkan pantauan Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, ada dua hotspot yang muncul dalam 24 jam terakhir pada Kamis (28/8).
Hotspot terpantau di Kecamatan Cempaga Hulu tepatnya di Desa Tumbang Koling dengan tingkat kepercayaan rendah (7/10), serta di Kecamatan Antang Kalang Desa Tumbang Kalang dengan tingkat kepercayaan menengah (8/10).
Deteksi ini diperoleh dari satelit SNPP dan AQUA pada pukul 13.14 WIB dan 14.03 WIB.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo menyebutkan kemunculan titik panas ini sejalan dengan kondisi cuaca di Kotim yang kembali minim hujan.
“Hasil citra satelit Himawari-8 menunjukkan pertumbuhan awan signifikan memang terjadi, tapi hujan belum merata. Beberapa kecamatan rawan masih kering,” terang BMKG dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).
Potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim saat ini berada pada kategori aman hingga tidak mudah terbakar.
Namun BMKG menegaskan kondisi bisa cepat berubah apabila curah hujan menurun lagi. Analisis prakiraan curah hujan 24 jam ke depan memperkirakan Kotim hanya akan diguyur hujan ringan hingga sedang.
Sementara itu, arah angin pada 29 Agustus diprediksi bertiup dari Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara. Kondisi ini bisa memicu penyebaran asap apabila terjadi kebakaran.
BMKG mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun.
“Waspada karhutla, terutama di wilayah yang sudah terpantau titik panas. Jangan lengah karena potensi kebakaran masih ada,” imbau BMKG. (oes)
Editor : Slamet Harmoko