Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hotspot Muncul Lagi di Kotim, Waspada Karhutla Lagi!

Usay Nor Rahmad • Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:57 WIB
Hotspot Muncul Lagi di Kotim, Waspada Karhutla Lagi!
Hotspot Muncul Lagi di Kotim, Waspada Karhutla Lagi!

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Setelah beberapa pekan tidak terdeteksi, titik panas (hotspot) kembali muncul di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Data dari Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis pagi (28/8/2025) menunjukkan ada dua titik panas terpantau dalam 24 jam terakhir.

Hotspot tersebut berada di Kecamatan Antang Kalang dan Tumbang Kalang dengan tingkat kepercayaan menengah.

“Keduanya terpantau pada Rabu (27/8/2025) pukul 13.25 WIB melalui satelit SNPP,” tulis BMKG dalam laporan resminya.

Koordinat hotspot berada di lintang -1.49653 dan bujur 112.69075 dengan radius kemungkinan 1.125 meter. Titik panas ini tercatat berlokasi di wilayah kelurahan Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang.

BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun prakiraan cuaca 24 jam ke depan menunjukkan adanya potensi hujan ringan di sebagian wilayah Kotim.

“Analisa cuaca menunjukkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran masih relatif aman, namun tetap perlu kewaspadaan terutama di daerah yang terpantau hotspot,” jelas BMKG.

Sementara itu, prakiraan arah angin dari data satelit Himawari pada 28 Agustus 2025 menunjukkan hembusan angin dominan dari tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempercepat penyebaran asap jika karhutla terjadi.

Selain itu, tinggi gelombang laut di sekitar perairan selatan Kotim pada 29 Agustus diprediksi berkisar 0,5 – 1,25 meter pada siang hingga malam hari.

BMKG juga merilis prakiraan potensi banjir dasarian (per 10 hari) di Kalimantan Tengah. Untuk periode 21–31 Agustus 2025, sebagian besar wilayah Kotim berada pada kategori aman hingga rendah. Namun memasuki awal September, potensi banjir masih perlu diantisipasi meski dominan rendah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan, serta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.

“Kondisi curah hujan yang tidak merata bisa memicu munculnya hotspot baru. Kerja sama semua pihak dibutuhkan untuk mencegah meluasnya karhutla,” tegas BMKG. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#hotspot #kotim #waspada karhutla