Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Karhutla Masih Mengancam, Angin Tenggara Berpotensi Memperluas Kebakaran di Kotim

Usay Nor Rahmad • Jumat, 8 Agustus 2025 | 09:35 WIB
Peta kemudahan Kebajaran di daratan Kalimantan Tengah. (BMKG Stamet H Asan Kotawaringin Timur)
Peta kemudahan Kebajaran di daratan Kalimantan Tengah. (BMKG Stamet H Asan Kotawaringin Timur)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum mereda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur mendeteksi dua titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir.

Kondisi tersebut dapat diperparah oleh lahan kering yang sangat mudah terbakar, cuaca tanpa potensi hujan signifikan, dan embusan angin dari tenggara yang berisiko memperluas sebaran api.

Berdasarkan data rekapitulasi hotspot yang dirilis BMKG pada Jumat (8/8) pagi, dua titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah (8) terpantau oleh satelit SNPP dan NOAA20.

Titik panas pertama berada di Kecamatan Mentaya Hulu, tepatnya di Desa Satiung. Sementara itu, titik kedua terdeteksi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kelurahan Pelangsian.

Peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran yang dikeluarkan BMKG menunjukkan hampir seluruh wilayah selatan Kotim, termasuk kecamatan tempat titik panas terdeteksi, berwarna merah kategori sangat mudah terbakar. Sementara sebagian wilayah utara masuk kategori mudah terbakar (kuning).

Kondisi cuaca juga tidak mendukung pemadaman alami. Citra satelit cuaca Himawari-8 pada pukul 07.00 WIB menunjukkan tidak ada pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim, yang menandakan minimnya potensi hujan.

Faktor angin menjadi perhatian serius. BMKG mencatat, pada Jumat (8/8), angin dominan bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.

“Arah angin ini berpotensi mempercepat penyebaran api dan asap dari lokasi karhutla ke wilayah lain di sekitarnya,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

Dengan kombinasi lahan kering, munculnya titik panas, cuaca tanpa hujan, serta angin yang mendukung perluasan api, masyarakat dan instansi terkait diimbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di Kotawaringin Timur. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#kebakaran #kotim #karhutla