SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Meski langit tampak cerah dan cuaca bersahabat, kondisi ini justru menjadi alarm bahaya bagi warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, sebagian besar wilayah Kotim saat ini berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
Dari data terbaru yang dirilis BMKG, peta potensi kebakaran wilayah Kalimantan Tengah pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2025 didominasi warna merah—indikasi bahwa vegetasi di wilayah ini sangat rentan terbakar, terlebih di musim kering seperti sekarang.
“Langit cerah bukan berarti aman. Justru ini menandakan udara kering dan tidak adanya hujan yang bisa menekan potensi api,” kata petugas BMKG Stamet H. Asan Suci Priatin Ningsih, Kamis (31/7/2025 ).
Kondisi ini diperkuat dengan pantauan citra satelit Himawari-8 pukul 07.00 WIB yang menunjukkan tidak ada pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim. Artinya, potensi terjadinya hujan sangat kecil dalam 24 jam ke depan.
BMKG juga memprediksi cuaca di Kotim hingga Kamis (1/8) pukul 07.00 WIB hanya akan berawan, tanpa indikasi hujan deras yang bisa membantu meredam kekeringan di permukaan lahan.
Sementara itu, satu titik panas (hotspot) kembali terdeteksi di wilayah Mentaya Hulu, Kelurahan Bawan, berdasarkan pantauan satelit NOAA20 pada 30 Juli pukul 12.31 WIB. Titik panas ini terdeteksi dengan tingkat kepercayaan menengah.
Dengan risiko tinggi ini, BMKG meminta seluruh masyarakat dan pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Kegiatan yang melibatkan api terbuka, seperti membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, sangat tidak disarankan.
“Sekali api muncul, akan sangat cepat menyebar karena kondisi vegetasi dan cuaca sangat mendukung,” tambah BMKG.
Warga diminta aktif melapor ke pihak berwenang jika melihat adanya asap atau potensi kebakaran di sekitar mereka. (*)
Editor : Slamet Harmoko