SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Kota Sampit), Rabu (30/7), disambut antusias warga. Kegiatan yang menjual berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran ini langsung dipadati pembeli sejak pagi.
Meski dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB, sejumlah warga sudah memadati lokasi sejak pukul 07.30 WIB. Petugas pun mulai melayani lebih awal untuk mengurai antrean. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, komoditas utama seperti minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ludes terjual.
“Alhamdulillah bisa beli lebih murah dari harga pasar. Lumayan terasa selisihnya,” ujar Lisda, salah satu warga yang ikut berbelanja.
Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Mira menjelaskan, GPM digelar sebagai bentuk upaya pengendalian inflasi, sekaligus stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan.
“Khususnya untuk komoditas beras, yang saat ini mengalami kenaikan harga di pasaran. Di GPM, kami jual beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga Rp60.000 atau Rp12.000 per kilo, lebih murah dibanding harga pasar yang bisa tembus Rp15.000 per kilo,” terang Mira.
Dalam kegiatan itu DPKP menggandeng Bulog, serta petani binaan dinas tersebut. Komoditas lain yang dijual antara lain, gula pasir Rp16.500/kg, minyak goreng Minyakita Rp15.500/liter, telur ayam Rp53.000/sap, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp32.000/kg, serta aneka sayuran dan frozen food.
Menurut Mira, harga tersebut bisa ditekan karena pemangkasan rantai distribusi, sehingga komoditas langsung diterima konsumen tanpa perantara.
Untuk kegiatan kali ini menyiapkan 3 ton beras SPHP, 1 ton beras komersial merek Befood, 60 sap telur ayam, 250 kg gula pasir, 360 liter minyak goreng, serta bawang merah dan putih masing-masing sebanyak 50 kg.
Pasar murah ini terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa syarat, namun pembelian dibatasi untuk memastikan pemerataan. Misalnya, pembelian beras SPHP dibatasi maksimal dua sak per orang.
Mira menambahkan, kegiatan GPM ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan selama satu tahun penuh, dengan anggaran berasal dari APBD Kabupaten Kotim. Lokasi tetap difokuskan di Taman Kota Sampit agar mudah dijangkau masyarakat.
“Harapan kami, program ini membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang akhir tahun saat tekanan harga biasanya meningkat,” tutupnya. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno