Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Haru Reuni Alumni SMAN 1 Sampit, 50 Tahun Tak Bersua, Nostalgia Masa Sekolah

Heny Pusnita • Rabu, 30 Juli 2025 | 21:50 WIB
REUNI: Foto bersama ratusan alumni SMAN 1 Sampit tahun 1973-1986 di sebuah kafe Jalan S Parman, Selasa (29/7/2025).
REUNI: Foto bersama ratusan alumni SMAN 1 Sampit tahun 1973-1986 di sebuah kafe Jalan S Parman, Selasa (29/7/2025).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana haru diiringi canda tawa begitu dirasakan ratusan alumni SMAN 1 Sampit. Mereka kembali berkumpul setelah puluhan tahun tak pernah jumpa.

"Reuni ini hanya ingin merajut kembali silaturahmi antar sesama teman seangkatan dari alumni 1973 sampai 1986 ada 250 orang yang hadir, hanya alumni 1985 yang tidak bisa hadir," kata HM Fahrudin, Ketua Panitia Acara Reuni SMAN 1 Sampit Alumni 1973-1986 di Cafe Atlas, Selasa (29/7/2025).

Fahrudin sebagai salah satu Alumni 1975 merasakan banyak sekali perubahan yang dirasakan setelah 50 tahun meninggalkan sekolah.

"Senang sekali kita bisa bertemu melepaskan kerinduan, kembali nostalgia mengingat masa sekolah," ujarnya.

Ia mengaku sudah lupa dengan banyak teman seangkatannya. Banyak yang sudah tidak berdomisili di Kota Sampit sehingga tak pernah lagi saling bersua.

"Banyak teman sudah lupa. Wajahnya ada yang sudah berubah. Dulu ganteng dan cantik, sekarang gigi ompong, rambut beruban. Kami menua bersama, fisik sudah tidak sekuat dulu, tapi semangat untuk terus hidup masih tetap ada," ucap pria berusia 70 tahun yang diusia senjanya masih aktif menjadi pengurus Masjid Nurul Ikram di Jalan Kapten Mulyono.

Meski sudah lama pensiun sebagai PNS, mantan Anggota DPRD Kalteng ini juga masih ingin membantu menyumbangkan pemikiran untuk pembangunan di Kotim.

"Kami yang sudah lama pensiun ini tetap peduli dan masih peduli dan ingin membantu pembangunan di Kotim," ujarnya.

Burhanuddin Alumni 1977, juga menyempatkan hadir mengendarai sepeda motor. Meskipun fisik sudah tak sekuat dulu.

"Alhamdulillah saya bersyukur bisa bertemu kawan-kawan seangkatan. Hari ini bisa hadir, naik sepeda motor saja, sudah tidak berani bawa mobil," ucap pensiunan PNS yang pernah mengabdi di Pemkab Kotim ini.

Alfiansyah, Alumni 1975 juga bersedia datang jauh-jauh dari Bandung demi bisa bertemu kawan sekolah di masa lalu.

"Saya sudah meninggalkan Sampit 50 tahun lalu, saya kuliah di Bandung kerja di Bontang. Setelah pensiun menetap di Bandung. Tapi dengan acara reuni ini saya datang Sampit berkumpul teman semua. Menjaga hubungan dengan teman di Sampit, harapannya kita bisa bertemu lagi dilain waktu dan kesempatan," ujar Alfiansyah.

Rahmawati Alumni 1975 selaku penggagas acara reuni ini mengaku bersyukur bisa bertemu lagi dengan kawan lawas yang sudah puluhan tahun tidak berjumpa.

"Zaman sekarang ini sudah canggih, ada WhatsApp kita cari kawan-kawan, kumpulkan mereka dan Alhamdulillah hari ini bisa berkumpul," ucap mantan Anggota DPRD Kotim tahun 2004-2009.

Rahmawati berharap seluruh alumni SMAN 1 Sampit yang kini sudah menua tetap menjaga kesehatan dan tetap menjalin silaturahmi.

"Saya harap pertemuan ini bisa kembali mempererat silaturahmi. Saya senang sekali kawan-kawan ada yang dari Jakarta,Bandung, Bogor, Banjarmasin,Bontang, Palangka Raya mau jauh-jauh datang kemari menghadiri acara reuni ini," ujarnya.

Ia juga mengingat SMAN 1 Sampit yang dulu dan sekarang sudah berkembang jauh dan mengalami perubahan pesat.

"Dulu sekolah itu sudah mau rubuh, angkatan kami sampai pernah diungsikan belajar di asrama dodit. Jalan dulu juga hanya jalan tanah setapak, masih banyak hutan, banyak sekali perubahannya," ujarnya.

Rijali Ali, Alumni 1975 yang dikenal bandel di sekolah juga mengaku tidak naik kelas tiga SMA dan harus mengulang setahun sehingga lulus bersama alumni 1975.

"Masuk sekolah 1971, tidak naik kelas tiga. Ngulang lagi setahun dan akhirnya lulus tahun 1975," ucap pria berkacamata yang kini berusia 70 tahun.

Meski badan sudah menua, keriput di wajah semakin terlihat, Rijali tetap terlihat sehat, bersih, wangi, berpenampilan keren mengenakan sepatu kulit berwarna coklat, sesekali menggerakan tangannya menikmati alunan musik bergenre lawas.

"Hidup di masa tua kuncinya jangan banyak pikiran. Tidak usah stress, perbanyak syukur, setelah pensiun jadi PNS, saya masih aktif jadi tukang jahit di rumah," ucap Rijali, pensiunan PNS tahun 2012 yang terakhir menjabat sebagai Kabid Pengelolaan Data di Diskominfo Kotim.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sampit Muhammad Darma Setiawan yang juga hadir juga memberikan apresiasi kepada alumni yang hadir dalam acara reuni.

"Buat kami ini jadi motivasi betapa generasi sebelumnya masih mengenang kembali masa sekolahnya. Kami juga punya beban tanggungjawab memajukan dan mempertahankan sekolah ini sebaik-baiknya," kata Darma.

SMAN 1 Sampit sudah banyak mencetak orang-orang sukses berprestasi dan turut membantu pembangunan daerah Kotim.

"Ribuan alumni SMAN 1 Sampit banyak menjadi orang sukses. Malah ada yang jadi wakil menteri berasal dari Antang Kalang tetapi beliau berhalangan hadir," ujarnya.

Dari semangat generasi sebelumnya, Darma merasa bangga bisa bertemu para lulusan alumni SMAN 1 Sampit dalam keadaan sehat dan masih menyempatkan waktu berkumpul dalam acara ini.

"Kesempatan bertemu ini membuat saya terharu, karena tidak semua orang punya kesempatan berkumpul. Ada yang mungkin sudah berpulang, ada yang mungkin sakit, ada yang mungkin kondisinya tidak memungkinkan tetapi kita bersyukur yang hadir semua dalam kondisi sehat," pungkasnya. (hgn)

Editor : Gunawan.
#reuni #SMAN 1 Sampit