Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ratusan Pemuda Pemudi Katolik Ikuti Temu OMK Dekenat Kotim 2025, Bangun Iman dan Kepedulian Lingkungan

Yuni Pratiwi Iskandar • Sabtu, 28 Juni 2025 | 18:37 WIB
PEMBUKAAN: Kegiatan pembukaan Temu OMK 2025 di Sampit, Jumat (27/6) malam.
PEMBUKAAN: Kegiatan pembukaan Temu OMK 2025 di Sampit, Jumat (27/6) malam.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari enam wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) berkumpul dalam pertemuan akbar bertajuk Temu OMK Dekenat Kotim 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 27–29 Juni 2025 ini dipusatkan di Paroki Santo Joan Don Bosco, Kota Sampit.

Mengusung tema “Bertobat, Terlibat, dan Berbuah”, kegiatan ini diikuti sekitar 600 peserta, termasuk panitia.

Mereka berasal dari enam paroki, yakni Sampit, Rantau Pulut, Kasongan, Teluk, Riam Batang, dan Parenggean.

Ketua Panitia Temu OMK Dekenat Kotim 2025 Willy, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat pertobatan dan keterlibatan aktif kaum muda dalam kehidupan gereja dan masyarakat.

”Formatnya adalah pengumpulan orang muda Katolik dari enam wilayah itu untuk mendengarkan sesi materi, berdiskusi, lalu merumuskan aksi nyata yang akan mereka terapkan di daerah masing-masing. Ada juga pentas seni dari tiap wilayah sebagai bentuk ekspresi budaya dan kebersamaan," jelas Willy.

BANGUN IMAN: Kegiatan Temu OMK 2025 di Sampit, Jumat (27/6) malam.
BANGUN IMAN: Kegiatan Temu OMK 2025 di Sampit, Jumat (27/6) malam.

Ia menjelaskan, paroki tuan rumah, yaitu Sampit, menyumbang peserta terbanyak sekitar 280 orang, sementara lima wilayah lainnya mengirim rata-rata 45 peserta.

”Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberi kesan sementara, tetapi membekas dalam bentuk pertobatan pribadi, keterlibatan aktif di gereja, dan buah nyata dalam tindakan sosial, terutama menyangkut isu lingkungan," lanjutnya.

Sebagai wujud nyata dari kepedulian ekologis, panitia sebelumnya telah melakukan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih di lingkungan gereja serta kawasan Bundaran Balanga Sampit.

Pastor Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit RP. Yohanes Kopong Tuan, MSF, menegaskan bahwa Temu OMK tidak hanya sarat dengan nilai rohani, tetapi juga sosial dan ekologis.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun persaudaraan antar sesama OMK di wilayah Kotim. Tapi lebih dari itu, kami ingin mereka tidak hanya aktif di lingkungan gereja, tetapi juga di tengah masyarakat. Termasuk membangun kepedulian lintas iman demi kebaikan bersama," ujarnya.

Pastor Yohanes menyampaikan, materi yang diberikan selama kegiatan menyentuh berbagai aspek kehidupan kaum muda.

Pada hari pertama, fokus diberikan pada kesadaran akan pentingnya peran aktif OMK. Hari kedua dan ketiga lebih banyak menyasar kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlangsungan ekosistem di Kalimantan Tengah.

"Wilayah kita sedang mengalami kerusakan lingkungan, baik hutan, tanah, maupun air. Maka, kami ingin orang muda Katolik juga menjadi agen penghijauan dan pelestarian lingkungan," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dua tahun sekali dan berpindah-pindah tempat sesuai kesepakatan para pastor.

Kota Sampit dipilih tahun ini karena letaknya yang strategis dan situasi sosialnya yang majemuk.

"Melalui kegiatan ini, kami melihat anak-anak muda Katolik sudah mulai menunjukkan kepemimpinan dan keterbukaan. Mereka mulai aktif melayani dan menyadari bahwa membangun masyarakat itu perlu kerja sama, bahkan dengan yang berbeda agama sekalipun," katanya.

BANGUN IMAN: Kegiatan Temu OMK 2025 di Sampit, Jumat (27/6) malam.
BANGUN IMAN: Kegiatan Temu OMK 2025 di Sampit, Jumat (27/6) malam.

Salah satu peserta sekaligus Ketua OMK Sampit Yoriko, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia mengaku kegiatan seperti ini sangat berperan dalam memperkaya iman dan mempererat persaudaraan antar orang muda Katolik.

”Bagi saya pribadi, ini jadi momen untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pelayanan, baik di dalam gereja maupun di masyarakat," kata Yoriko.

Ia juga menceritakan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan bersama rekan-rekannya, seperti doa Rosario bersama, penguatan iman dalam kegiatan liturgi, serta aksi sosial di lingkungan sekitar.

”Kami pernah mengadakan bakti sosial di lingkungan gereja dan sekitar rumah umat, serta terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Semua ini kami lakukan sebagai wujud nyata dari semangat ‘terlibat dan berbuah’ seperti dalam tema kegiatan ini," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, OMK Kotim diharapkan terus berkembang sebagai generasi muda gereja yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga peka terhadap isu sosial dan lingkungan di sekitarnya. (yn/ign)

Editor : Gunawan.
#sampit #kotim #omk