SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih melanjutkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Tahun ini jumlahnya tak sebanyak tahun lalu, karena adanya efisiensi anggaran.
”Tahun ini kegiatan gerakan pangan murah dilaksanakan sebanyak 10 kali kegiatan. Dikarenakan efisiensi anggaran, jumlah kegiatan tak sebanyak tahun lalu," kata Sepnita, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Senin (17/3).
Tahun lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim melaksanakan gerakan pangan murah sebanyak 35 kegiatan menggunakan anggaran APBD Kotim.
Untuk tahun ini, kegiatan tersebut telah sudah dilaksanakan pada Rabu (26/2) di Taman Kota Sampit dan saat Safari Ramadan di halaman Masjid At Taqwa Parenggean pada 10 Maret lalu.
”Rencananya, Rabu (19/3) pagi, kami akan melaksanakan GPM lagi di Pasar Eks Teater Mentaya, dekat Taman Kota Sampit. Kemudian, pada 21 Maret bersamaan dengan kegiatan Safari Ramadan akan dilaksanakan di halaman Masjid Al Ikhlas Basirih Hilir, Samuda," ujarnya.
Selama kegiatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan pasokan beras dan gula pasir dengan mendatangkan distributor dan sejumlah kelompok tani untuk bergabung menjual hasil panennya.
”Untuk beras biasanya kami sediakan 2-4 ton, gula 300 kg, minyak goreng 500 liter, bawang merah, dan bawang putih masing-masing 100 kg, dan telur. Ada pula distributor frozen food yang juga ikut bergabung," ujarnya.
Sepnita berharap kegiatan tersebut dapat menstabilkan harga pangan dan mengendalikan inflasi di Kotim.
”Tujuan kegiatan ini tentu menyediakan pangan murah untuk masyarakat, karena Kotim merupakan salah satu daerah yang menjadi titik pantau inflasi, sehingga kami berharap dapat mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan daya beli masyarakat," katanya. (hgn/ign)
Editor : Slamet Harmoko