SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun meminta para pengusaha dari luar daerah melibatkan pekerja lokal dalam menjalankan usahanya.
Sebagai contoh, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprogramkan pemerintah pusat.
“Kami menekankan agar pengusaha yang mengerjakan program itu wajib menggunakan tenaga kerja lokal sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya,” kata Rimbun, Senin (10/2).
Rimbun berharap penyedia MBG bisa memberdayakan warga lokal ini untuk mengerjakan program itu. Apalagi untuk urusan kuliner, warga lokal juga tidak kalah jago untuk melaksanakannya.
“Perlu diingat, MBG ini harus melibatkan warga lokal. Jangan sampai orang Jakarta yang jadi vendor bawa tenaga dari sana juga dan warga lokal hanya sebagai penonton,” kata Rimbun.
Begitu juga untuk proyek APBN dan swasta yang terjadi di Kotim. Sebelumnya dia menemukan kontraktor dari luar daerah kerap membawa tenaga dari luar, padahal pekerjaan itu bisa dikerjakan oleh warga setempat.
“Kita ingin warga lokal juga terlibat dan mendapatkan dampak positif ekonominya,” kata Rimbun.
Politikus PDI Perjuangan ini menyindir pengusaha yang mamandang rendah tenaga kerja lokal. Baginya, banyak SDM yang mumpuni di Kotim.
”Masalahnya kita ini tidak diberikan kesempatan, padahal pekerjaan itu bisa dilaksanakan oleh warga lokal juga,” tegasnya.
Untuk memberikan kesempatan itu, dia menyebutkan pemerintah daerah sudah menerbitkan peraturan daerah mengenai tenaga kerja lokal pada beberapa waktu lalu. Dia bersyukur implementasi di beberapa sektor swasta sudah berjalan dengan baik untuk jumlah persentasenya. (ang/yit)
Editor : Slamet Harmoko