Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

DLH Ajak Masyarakat Bangun Kota Sampit yang Nyaman dan Lestari

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 9 Desember 2024 | 09:05 WIB

DLH KOTIM: Sosialisasi pengelolaan sampah dan rapat koordinasi untuk membangun partisipasi masyarakat menuju Sampit yang nyaman, lestari, dan berbudaya. YUNI/RADAR SAMPIT    
DLH KOTIM: Sosialisasi pengelolaan sampah dan rapat koordinasi untuk membangun partisipasi masyarakat menuju Sampit yang nyaman, lestari, dan berbudaya. YUNI/RADAR SAMPIT   

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com -  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan sosialisasi pengelolaan sampah dan rapat koordinasi untuk membangun partisipasi masyarakat menuju Sampit yang nyaman,  lestari,  dan berbudaya yang berkelanjutan. 

Kegiatan ini digelar di Aula Kantor DLH Kotim,  Jumat (6/12). Sosialisasi  ini  dihadiri  oleh  para  penggiat  lingkungan  hidup  di  Kotim. 

Plt  Kepala  DLH  Kotim  yang  diwakili  oleh  Kepala  Bidang  Tata  Lingkungan Endah  Prihatin menekankan  pentingnya  meningkatkan  kesadaran  dan  kepedulian  masyarakat  dalam  mengelola  lingkungan  hidup.

 "Tujuan  kegiatan  ini  adalah  untuk  meningkatkan  kesadaran  dan  kepedulian  serta  kinerja  masyarakat  dalam  mengelola  lingkungan  hidup  dalam  rangka  mewujudkan  Misi  Kabupaten  Kotawaringin  Timur  yang  nyaman,  lestari  dan  berbudaya,"  ujar  Endah.

Endah  menjelaskan  bahwa  pengelolaan  sampah  merupakan  tanggung  jawab  bersama. Semua pihak perlu bersinergi dalam  pengelolaan  sampah.

Endah  mengajak  semua  pihak  untuk  meninggalkan  paradigma  lama  yang  menganggap  sampah  sebagai  sesuatu  yang  harus  dibuang.  Sesuai  dengan  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2008  tentang  Pengelolaan  Sampah,  diperlukan  pengurangan  dan  penanganan  sampah,  khususnya  untuk  limbah  dari  rumah  tangga.  Diamanatkannya  pembatasan  timbulan,  pendauran  ulang,  dan  pemanfaatan  kembali  sampah. 

"Kita harus beralih dari  menganggap sampah sebagai beban,  menjadi  melihatnya  sebagai  sumber  daya  yang  bernilai  ekonomis.  Untuk  itu,  kita  perlu  kerjasama  yang  kuat  antara  masyarakat,  pemerintah,  dan  swasta  dalam  mengelola  sampah," ujarnya.

Menurutnya, kelompok  swadaya  masyarakat  dan  kader  lingkungan  hidup  bisa  menjadi  pelopor  dalam  mengelola  sampah  di  kampung  mereka,  bahkan  menjadi  pilot  project  pengelolaan  sampah  terbaik  di  Sampit.  

"Dengan  dukungan  bersama,  kita  bisa  mendorong  pemerintah  untuk  menyediakan  fasilitas  dan  teknologi  yang  memungkinkan  pengolahan  sampah  di  tingkat  rumah  tangga.  Mari  kita  bersama-sama  wujudkan  Sampit  yang  nyaman,  lestari,  dan  berbudaya  dengan  mengelola  sampah  dengan  baik," ajaknya.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Penggiat Ecosociopreneur Indonesia Adi Candra. Pada kesempatan tersebut dia mengatakan bahwasanya pengelolaan sampah di Kotim perlu kolaborasi lintas sektor,  menggunakan pendekatan pentaHelix yang melibatkan perguruan tinggi,  dunia usaha,  media,  dan  masyarakat.  

"Dengan  kerjasama  ini,  beban  pengelolaan  sampah  akan  lebih  mudah," sebutnya. 

Kegiatan  yang  diawali  dengan  B2B atau back to basic terkait dengan pengelolaan sampah dan  rapat  kerja  ini  menetapkan  Desa  Terantang  Hilir  dan  Perum  Bina  Karya  sebagai  pilot  project  pengelolaan  sampah  di  tahun  2025.  

"Tujuannya  adalah  mewujudkan  kota  dan  permukiman  yang  berkelanjutan  (Sustainable Development Goal's atau SDG's nomor  11)  dan  mendorong  kampung-kampung  ini  menjadi  kampung  mandiri  dalam  pengelolaan  lingkungan  dan  sampah,  serta  menciptakan  produk-produk  UMKM  lokal  dan  menjadi  kampung  wisata  edukasi  di  Kotim," pungkasnya. (yn/yit) 

 

Editor : Slamet Harmoko
#nyaman #masyarakat #sampit #kotim #LESTARI #DLH