Pantauan Radar Sampit di lapangan kawasan Stadion 29 Nopember, stadion ini tampak ramai dikunjungi masyarakat pada Minggu (27/2) pagi. Ada yang santai bersama keluarga, jogging, naik sepeda, basket, bulu tangkis, voli, hingga berburu sarapan.
"Stadion ramai sejak pagi, saya ke sini pas hari Minggu pagi," ujar Irpan, warga Kecamatan Baamang.
Aktivitas di Stadion 29 Nopember Sampit memang sering ramai pada Sabtu dan Minggu pagi. Sedangkan saat sore hari hampir rampai setiap harinya.
"Awalnya karena diajak teman, terus lama-lama seru saja kita olahraga, apalagi tempatnya juga luas, pernah juga bawa raket badminton, main di sini," sebutnya.
Area stadion yang luas kata Irpan biasa digunakan warga untuk olahraga jalan santai atau lari-lari kecil. Area tersebut juga cukup aman untuk keluarga yang mengajarkan buah hatinya bermain sepeda.
Alasan lain diutarakan oleh Isna yang memilih Stadion 29 Nopember Sampit menjadi tempatnya berkunjung pada akhir pekan. Bukan untuk berolahraga tapi untuk mencari sarapan bersama keluarga kecilnya.
"Sengaja ke stadion tujuannya mau cari sarapan, sekalian jalan-jalan, padahal ke sini tadi sudah jam 8 lebih tapi masih banyak yang jualan," ucapnya.
Dari apa yang terlihat di lokasi, warga yang datang ke Stadion 29 Nopember Sampit tidak hanya untuk berolahraga. Dari penampilan mereka, ada yang hanya menggunakan pakaian tidur yang ditutupi jaket dan hanya mengenakan sendal jepit. Warga sepertinya memang sengaja memilih stadion tersebut sebagai alternatif untuk mencari sarapan.
Tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi stadion ini berdampak positif bagi para pedagang. Di sepanjang ruas jalan dan sekitaran stadion, tampak banyak masyarakat yang menjual dagangannya, seperti makanan, minuman, dan lain sebagainya.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker ataupun menjaga jarak. Ketika ditanya terkait hal itu Isna menyebut bahwa kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (Prokes) kembali pada individu masing-masing jika memang ingin sehat.
"Itu tergantung individu sendiri ya, mungkin karena berolahraga jadi masker di lepas. Tapi setelahnya kalau mereka peduli dengan pandemi ini, seharusnya mereka memakai masker, membawa hand sanitizer," tandasnya.
Jika setiap individu ingin sehat, harus menerapkan prokes. Sepulang dari Stadion, Isna selalu mandi agar tak menularkan virus pada orang rumah, apalagi setelah berada di area banyak orang.
"Semoga warga yang lain juga begitu, pulang dari stadion langsung mandi dan tidak menyentuh orang-orang terutama lansia yang ada di rumah,” tutupnya. (yn/yit) Editor : Administrator