PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya mengevakuasi sarang tawon jenis vespa berukuran besar yang berada di bawah atap dapur rumah warga di Jalan Anoi Km 1, kawasan Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit dan memakan waktu sekitar dua jam sebelum akhirnya sarang berhasil diamankan oleh petugas.
Evakuasi tersebut dipimpin oleh Jabatan Fungsional Aparatur Sipil Negara (Jafung) Analisis Kebakaran Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto, bersama anggota tim penyelamat setelah menerima laporan dari warga setempat mengenai keberadaan sarang tawon yang membahayakan penghuni rumah.
Sucipto menjelaskan, laporan diterima setelah pemilik rumah secara tidak sengaja disengat oleh salah satu tawon saat berada di dapur rumahnya.
“Awalnya pemilik rumah sedang bersantai di ruang dapur. Tiba-tiba seekor tawon turun dari arah atap dan langsung menyengatnya. Korban sempat menjerit dan gemetar akibat sengatan tersebut. Malam hari kita lakukan penanganan,” kata Sucipto, Senin (16/3/2026).
Bebernya, setelah kejadian tersebut, barulah pemilik rumah menyadari adanya sarang tawon yang berada di bagian bawah atap dapur rumahnya. Posisi sarang berada di bagian luar bangunan sehingga sebelumnya jarang terlihat oleh penghuni rumah.
“Setelah dicek, ternyata sarangnya cukup besar dengan diameter sekitar 40 sentimeter. Karena jenisnya tawon vespa yang cukup agresif, warga langsung melaporkan ke Damkar untuk dilakukan penanganan,” ujarnya.
Tim Rescue Damkar yang tiba di lokasi kemudian melakukan observasi terlebih dahulu sebelum memulai proses evakuasi sarang tawon. Tantangan utama dalam penanganan tersebut adalah lokasi sarang yang cukup tinggi dan sulit dijangkau.
Sucipto menjelaskan, petugas harus masuk melalui jendela rumah untuk mencapai posisi sarang. Selain itu, tim juga harus menyusun balok kayu sebagai pijakan untuk mencapai titik sarang.
“Lokasinya sekitar delapan meter dari permukaan tanah dan di bawahnya terdapat air rawa. Jadi petugas harus ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi,” katanya.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus serta perlindungan lengkap untuk menghindari sengatan tawon. Petugas juga memastikan situasi di sekitar rumah aman sebelum melakukan penurunan sarang.
Selama proses berlangsung, tim Rescue Damkar harus bekerja secara perlahan untuk memastikan sarang dapat diambil tanpa memicu serangan dari koloni tawon.
“Karena ukurannya cukup besar dan lokasinya sulit dijangkau, proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam,” ujar Sucipto.
Meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan, tim Rescue Damkar akhirnya berhasil mengevakuasi sarang tawon tersebut dengan aman tanpa menimbulkan korban tambahan.
Sucipto menambahkan, pemilik rumah yang sebelumnya disengat tawon kini sudah dalam kondisi membaik. Meski sempat mengalami rasa sakit dan ketakutan setelah sengatan, kondisi korban tidak sampai memerlukan penanganan medis serius.
“Korban sudah pulih. Sengatannya sempat membuat korban kaget dan gemetar, tetapi saat ini sudah baik,” katanya.
Sucipto menekankan, Damkar Kota Palangka Raya menghimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan sarang tawon atau hewan berbahaya lainnya di sekitar rumah. Hal ini untuk menghindari risiko sengatan yang dapat membahayakan keselamatan warga.
“Jika warga menemukan sarang tawon atau kondisi berbahaya lainnya, segera hubungi Damkar agar bisa ditangani oleh petugas yang memiliki peralatan dan pengalaman,” imbau Sucipto. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor