KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Tim gabungan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi strategis di Kota Kuala Kurun.
Sidak ini bertujuan untuk memantau pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sidak yang dipimpin oleh Feri Edison, perwakilan dari Bapanas RI, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas, Eigh Manto, serta personel Satgas Pangan dari Unit II Tipidter Polres Gumas, dilaksanakan pada Sabtu (21/2).
Feri Edison menyampaikan, sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan serta stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. "Kami ingin memastikan tidak ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat selama periode ini," ujar Feri.
Tim gabungan menyisir sejumlah tempat, seperti Pasar Lama Kuala Kurun, toko ritel modern, toko sembako, dan Gudang Bulog Kuala Kurun. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok pangan sebagian besar masih aman.
Namun, Feri mengungkapkan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain beras premium yang naik menjadi Rp160.000 per 10 kilogram, cabai rawit merah yang naik menjadi Rp110.000 per kilogram, dan daging sapi yang naik menjadi Rp165.000 per kilogram.
Di sisi lain, ada komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti bawang merah dan bawang putih yang turun menjadi Rp40.000 per kilogram, telur ayam yang turun menjadi Rp30.000 per tabung, serta gula pasir yang turun menjadi Rp18.000 per kilogram.
Feri menjelaskan bahwa kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai dan daging sapi, dipengaruhi oleh faktor logistik. "Sekitar 80 persen pasokan pangan tersebut masih didatangkan dari luar Provinsi Kalimantan Tengah, yang memerlukan biaya transportasi tinggi, sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat pedagang," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas Saber Pangan yang juga Kasat Reskrim Polres Gumas, AKP Agung Wijaya Kusuma, menegaskan pihaknya akan terus memantau ketersediaan pangan di pasar. Ia memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pelanggaran harga atau penimbunan menjelang hari raya.
"Kami berkomitmen untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan," tegas Agung.
Secara keseluruhan, Agung memastikan bahwa stok pangan di Kota Kuala Kurun masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Gumas. Ia juga mengimbau kepada seluruh pedagang untuk mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami bersama instansi terkait akan terus menggelar operasi pasar secara berkala untuk memastikan agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga atau kelangkaan bahan pangan," pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno