KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com - Berbagai strategi akan dilakukan untuk menghadapi tantangan penurunan signifikan pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun 2026.
"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan strategi yang adaptif dan berbasis data," ucap Sekda Gumas Richard, Rabu (24/12).
Dia mengatakan, pemahaman mendalam mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi, dinamika sektor keuangan, serta potensi tantangan dan peluang ke depan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas perekonomian Kabupaten Gumas sepanjang tahun 2026.
"Penurunan itu karena transfer ke daerah (TKD) kini diarahkan lebih ketat, agar selaras dengan prioritas kesejahteraan masyarakat yang memberi dampak langsung," ujarnya.
Pada rancangan APBD 2026, pendapatan ditargetkan Rp1,085 triliun, sehingga ada terdapat penurunan tajam Rp250,26 miliar, dibandingkan pendapatan daerah pada Perubahan APBD 2025 yang mencapai Rp1,33 triliun.
"Salah satu faktor terbesar penurunan pendapatan yakni turunnya pagu Dana Bagi Hasil (DBH) untuk tahun anggaran 2026. Ada penyesuaian alokasi DBH dengan kemampuan fiskal nasional maupun program prioritas negara, sehingga berdampak pada kapasitas pendapatan daerah," terangnya.
Di samping itu, kebijakan KMK 29/MK/PK/2025 terkait Dana Treasury Deposit Facility (TDF) juga berpengaruh. Di tahun anggaran 2025, TDF telah menyalurkan dana Rp27,54 miliar, ditambah dana remunerasi dan THR sebesar Rp4,97 miliar.
"Sementara untuk penyelesaian sisa kurang bayar Rp36,43 miliar, akan disesuaikan dengan kondisi keuangan negara ke depan," jelasnya.
Dia menyampaikan, dampak penurunan pendapatan tersebut juga berimbas pada belanja daerah dalam APBD tahun 2026. Proyeksi belanja daerah juga mengalami pengurangan Rp257,199 miliar dari Perubahan APBD 2025.
"Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas, sehingga belanja akan diprioritaskan untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan belanja wajib sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022," tandasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno