SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Upaya mengembalikan kejayaan olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali ditegaskan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan mengikuti pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) mandiri yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng), Sabtu (6/12/2025).
Kepala Dispora Kotim Muhammad Irfansyah saat membuka kegiatan di Gedung Voli Indoor Stadion 29 Nopember Sampit menegaskan bahwa IPO menhjadi instrumen objektif untuk menilai sejauh mana kesiapan dan kualitas pembangunan olahraga di Kotim.
“Hasil IPO akan menjadi dasar memperkuat program pembinaan dan fasilitas olahraga. Pemerintah dearah ingin Kotim kembali menjadi barometer prestasi di Kalteng,” tegas Irfansyah.
Irfansyah menilai bahwa pengukuran ini penting sebagai pijakan kebijakan pembangunan olahraga daerah.
IPO mengukur sembilan dimensi pembangunan olahraga, mulai dari kualitas SDM, ruang terbuka, tingkat partisipasi, hingga kebugaran masyarakat. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi program yang lebih tepat sasaran.
Dispora mengingatkan bahwa pengembangan olahraga tidak cukup mengandalkan pembinaan atlet saja, tetapi harus menyentuh ekosistem yang lebih luas, mulai dari fasilitas hingga literasi masyarakat terhadap olahraga.
Pengukuran di Kotim dipusatkan di Kelurahan Baamang Barat dengan melibatkan 30 responden dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin. Mereka mengikuti pengisian kuesioner, pengukuran indeks massa tubuh, hingga uji kebugaran.
Kabid Pembudayaan Olahraga Arga Asmaradhana menjelaskan pemilihan Baamang Barat dilakukan karena akses yang mudah serta komunikasi yang baik antara kelurahan dan Dispora.
“Sinergi di tingkat kelurahan sangat membantu kelancaran pengukuran IPO ini,” ujarnya.
Dispora Kotim berharap hasil pengukuran ini dapat memperkuat arah pembangunan olahraga daerah, sehinga pembinaan prestasi maupun peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga dapat berjalan lebih efektif.
Tenaga Ahli IPO, Arif Nur Wahyudi dari FKIP UP Palangka Raya mengatakan pengukuran IPO mandiri tahun ini lebih meyeluruh karena mencakup seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, tidak hanya sampel terbatas seperti sebelumnya.
“Aspek yang dinilai sangat lengkap. Selain kebugaran, juga mencakup kesehatan, ekonomi olahraga, partisipasi, hingga literasi masyarakat,” jelas Arif.
Pada 2024, IPO Kalteng berada pada angka 0,318. Tahun ini dharapkan meningkat seiring perluasan cakupan fdata di semua daerah.
Arif menambahkan setiap kabupaten akan memperoleh analisis dan rekomendasi berdasarkan hasil pengukuran. Temuan tersebut dapat digunakan pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan kebijakan, terutama perbaikan sarana, peningkatan partisipasi olahraga, dan pembinaan atlet.
“IPO bukan sekadar angka. Ini bahan strategis untuk membenahi olahraga daerah secara menyeluruh,” katanya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor