Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sukamara Peringati Hari PGRI dan Dipusatkan di Kecamatan Jelai

Fauziannur • Jumat, 28 November 2025 | 21:17 WIB
HUT PGRI : Bupati Sukamara Masduki saat menghadiri upacara peringatan Hari PGRI ke-80 di Kecamatan Jelai. FOTO: FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT
HUT PGRI : Bupati Sukamara Masduki saat menghadiri upacara peringatan Hari PGRI ke-80 di Kecamatan Jelai. FOTO: FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT

SUKAMARA, Radarsampit.jawapos.com - Upacara peringatan Hari PGRI ke-80 Tahun 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara dilaksanakan di Kecamatan Jelai.

 Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukamara Masduki dan diikuti oleh para guru dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sukamara, Masduki saat memimpin upacara dan membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI mengatakan bahwa di usia ke-80 tahun ini, PGRI menguatkan kembali semangat pengabdian dan keikhlasan para pendiri organisasi, namun juga sadari bahwa dunia pendidikan terus mengalami perubahan.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, dan tuntutan keterampilan abad ke-21 mengharuskan kita semua untuk tidak berhenti belajar.

“Saya mengajak seluruh guru Indonesia terus berinovasi, belajar sepanjang hayat, berkolaborasi lintas bidang, serta memiliki pola pikir bertumbuh, mindset yang terbuka pada perubahan dan siap menghadapi tantangan zaman," kata Masduki.

Masduki menambahkan, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak mudah. berbagai upaya melemahkan PGRI dan memecah belah persatuan antar guru, menjadikan PGRI terus berkonsolidasi, selalu waspada, dan berbenah diri. Sebagai rumah besar para pendidik, PGRI terus berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan, dan peningkatan kompetensi guru.

"Perjuangan akan bermakna jika setiap guru juga berkomitmen meningkatkan kualitas diri, menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan," ujar Masduki.

PGRI juga menaruh harapan besar kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan pemerintah yang saat ini sedang menyusun Rancangan undang-undang sistem pendidikan (RUU Sisdiknas) tidak menghentikan Tunjangan Profesi Guru Dan Dosen (TPGD), penuntasan segera program sertifikasi guru, rekrutmen semua honorer dalam mekanisme ASN (PNS dan PPPK), serta tidak membeda-bedakan guru swasta dan guru negeri.

"Kami berharap rancangan Undang-undang Sisdiknas yang sedang disusun memuat secara eksplisit substansi penting yang mengatur kesejahteraan, kualitas, dan perlindungan guru-dosen sebagai profesi pendidik yang mulia dan bermartabat," harap Masduki. (fzr/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#pendidikan #hut pgri #jelai #sukamara