KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Ratusan peserta didik dari berbagai sekolah di Kecamatan Rungan Barat antusias mengikuti kegiatan penguatan karakter pada satuan pendidikan tahun 2025. Kecamatan Rungan Barat menjadi lokasi penutup rangkaian program Tambun Bungai Cerdas yang sebelumnya telah digelar di seluruh kecamatan.
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengatakan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan karakter dan berbagai program lainnya.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas SDM, tidak hanya melalui program penguatan karakter satuan pendidikan, tetapi juga lewat program lainnya,” ujarnya, Selasa (25/11).
Ia menegaskan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Nilai hayak harati, lanjutnya, harus ditanamkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan.
“Hayak harati berarti takut akan Tuhan, menghargai guru, menghormati orang tua, menjalin hubungan baik dengan sesama, serta memilih kebiasaan positif demi masa depan,” tegasnya.
Bupati juga mengajak peserta didik memiliki cita-cita dan arah hidup yang jelas. Ia mengingatkan generasi muda untuk menjauhi narkoba, rokok, minuman keras, judi, pergaulan bebas, dan perilaku merusak lainnya.
“Masa depan tidak terjadi dengan sendirinya. Anak-anak harus merencanakan mimpi dan tidak hanya mengikuti arus. Pilihan hari ini menentukan kehidupan kalian nanti,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua, menurutnya, memegang peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter.
“Jika menginginkan anak hayak harati, maka keluarga juga harus mempraktikkan nilai tersebut. Rumah harus menjadi teladan,” ujarnya.
Bupati berharap peserta didik di Rungan Barat dan seluruh Kabupaten Gunung Mas tumbuh menjadi generasi cerdas, berdaya saing, berkarakter hayak harati, dan siap menghadapi masa depan.
“Selama anak-anak mau belajar, disiplin, dan berpegang pada nilai hayak harati, tidak ada yang bisa membatasi kesuksesan mereka,” ucapnya.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional itu berlangsung hangat. Suasana haru tercipta ketika seluruh peserta didik menyanyikan “Hymne Guru” dan “Guruku Tersayang” sebagai bentuk penghormatan kepada para guru.
Acara ditutup dengan ibadah bersama serta penyerahan bantuan Gunung Mas Pintar dan bantuan dari TP-PKK kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu sebagai dukungan pemerataan pendidikan. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno