KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menjalankan program secara sektoral dan terpisah.
Ia menegaskan pentingnya keselarasan dalam setiap kebijakan dan kegiatan dengan visi-misi kepala daerah yang telah disepakati.
"Saya berharap tidak ada yang jalan sendiri. Semua harus satu irama dan satu tujuan, yakni mendukung program Tambun Bungai demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Jaya Samaya Monong saat memberikan arahan, Kamis (28/8).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas program, tetapi juga oleh kekompakan dan sinergi antar perangkat daerah dalam menjalankan visi dan misi yang telah ditetapkan.
"Jika pembangunan tidak selaras, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat," tegasnya.
Bupati menambahkan, sinergi yang kuat akan membentuk kinerja pemerintahan yang solid, efektif, dan tepat sasaran. Hal ini dinilainya penting agar janji pembangunan yang tercantum dalam visi dan misi daerah dapat terwujud.
Jaya menjelaskan bahwa visi dan misi Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dituangkan dalam program Tambun Bungai, yang terdiri dari lima pilar: Tambun Bungai Maju, Sehat, Cerdas, Mandiri, dan Bermartabat. Program tersebut menjadi strategi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
"Seluruh perangkat daerah harus berkomitmen mengawal pelaksanaan program Tambun Bungai dalam lima tahun ke depan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa program Tambun Bungai berakar pada nilai-nilai lokal, yang ditandai dengan peluncurannya di situs sejarah Tambun Bungai, Desa Tumbang Pajangei.
"Ini membuktikan bahwa Pemkab Gumas tidak melupakan asal-usul dan menjadikannya sebagai pondasi pembangunan ke depan," ucap Jaya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut.
"Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno