KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sudah memenuhi kuota calon peserta didik sekolah rakyat rintisan.
Rinciannya, 50 calon peserta didik jenjang sekolah dasar (SD), dan 50 calon peserta didik di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Saat ini, surat keputusan (SK) penetapan 100 calon peserta didik sedang dalam proses.
"Rencananya sekolah rakyat rintisan itu terdiri dari empat kelas, dengan rincian dua kelas jenjang SD dan dua kelas jenjang SMP. Masing-masing terdiri dari 25 peserta didik," ucap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gumas Jhonson Ahmad, Jumat (8/8/2025).
Dalam menjaring calon peserta didik sekolah rakyat rintisan, lanjut dia, dinsos harus dapat menyakinkan orang tua/wali dan calon peserta didik supaya mau bersekolah di sekolah rakyat rintisan.
"Dalam prosesnya, kami didukung berbagai pihak lain yang gencar menyosialisasikan kepada orang tua/wali serta calon peserta didik, terkait berbagai manfaat yang akan didapat jika calon peserta didik bersekolah di sekolah rakyat," terangnya.
Dia menjelaskan, sekolah rakyat merupakan sekolah berasrama dengan menyediakan pendidikan 100 persen gratis untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Seluruh biaya pendidikan, akomodasi maupun kebutuhan dasar siswa ditanggung oleh negara.
"Program sekolah rakyat menjadi bagian kebijakan pemerintah untuk memuliakan keluarga miskin, dan memperluas akses pendidikan berkualitas untuk anak dari kelompok ekonomi terendah," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Beben Martinus mengatakan, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah rakyat cukup baik.
Itu dapat dilihat dari banyaknya calon peserta didik yang mendaftar, dimana untuk jenjang SD ada 55 orang dan jenjang SMP 60 orang.
"Artinya untuk jenjang SD ada lima calon peserta didik cadangan maupun jenjang SMP ada 10 calon siswa cadangan," jelasnya.
Sekarang ini, kata dia, sudah disiapkan lokasi untuk pelaksanaan sekolah rakyat rintisan, yakni di Hotel Gunung Mas dan gedung dekranasda, yang letaknya berada di pusat Kota Kuala Kurun.
"Kalau untuk sekolah rakyat permanen, kami sudah menyiapkan lahan 9,7 hektare di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun," ujarnya.
Dia menambahkan, dinsos dan berbagai perangkat daerah terkait terus berkoordinasi mempersiapkan sekolah rakyat rintisan. Mengingat ini juga menjadi salah satu program unggulan kepala daerah yang termuat di program Tambun Bungai Cerdas, yakni memfasilitasi sekolah rakyat.
"Saat ini, berbagai hal teknis terkait sekolah rakyat di Kabupaten Gumas terus dipersiapkan. Kami perkirakan pada Bulan September 2025, sekolah rakyat rintisan sudah diluncurkan," tandasnya. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor