Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hotel Prodeo di Pangkalan Bun Penuh Sesak, 1 Kamar Terpaksa Diisi 14 Warga Binaan

Syamsudin Danuri • Rabu, 23 Juli 2025 | 21:54 WIB
WARGA BINAAN : Pengecekan kamar hunian di Lapas Kelas II B Pangkalan Bun oleh petugas untuk mengantisipasi adanya pelanggaran. //Foto: LAPAS PANGKALAN BUN/RADAR SAMPIT
WARGA BINAAN : Pengecekan kamar hunian di Lapas Kelas II B Pangkalan Bun oleh petugas untuk mengantisipasi adanya pelanggaran. //Foto: LAPAS PANGKALAN BUN/RADAR SAMPIT

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) menghadapi persoalan terkait kelebihan (over) kapasitas hunian narapidana atau warga binaan.

Kepala Lapas Pangkalan Bun, Herry Muhammad Ramdan menyebutkan bahwa saat ini Lapas dihuni oleh sekitar 800 orang warga binaan, sementara jumlah kamar hunian hanya sekitar 60 ruangan.

Idealnya, satu kamar diisi 6 hingga 7 orang, namun kenyataannya harus menampung hingga 13 sampai 14 orang per kamar.

Kondisi over kapasitas ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan warga binaan, tetapi juga menjadi tantangan bagi pengelolaan keamanan dan pembinaan.

Meski demikian, pihak Lapas berupaya menciptakan suasana yang kondusif dengan pendekatan humanis dan komunikasi kekeluargaan kepada warga binaan.

“Kami bangun komunikasi yang baik, agar situasi tetap aman dan pembinaan bisa berjalan,” ujar Herry.

Di sisi lain, keterbatasan jumlah personel juga menjadi tantangan. Saat ini, petugas perempuan hanya berjumlah empat orang dan masing-masing telah memiliki tugas pokok.

Kendala semakin terasa saat jadwal kunjungan, karena mayoritas pengunjung adalah perempuan.

“Petugas perempuan kita sebenarnya bukan bagian pemeriksaan, tapi karena kekurangan personel ya kita berdayakan mereka juga,” jelasnya.

Herry menambahkan, selama kegiatan kunjungan tidak jarang ditemukan pengunjung yang mencoba menyelundupkan barang-barang terlarang, seperti ponsel dan lainnya.

Baca Juga: Kucing Terjebak di Pucuk Pohon Kelapa, Pemilik Minta Tolong Tim Rescue untuk Evakuasi

Situasi ini menuntut pengawasan ekstra ketat dari petugas, yang tentu semakin berat dengan jumlah personel yang terbatas. Risiko pelanggaran menjadi lebih tinggi tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai.

Selain itu, fasilitas kesehatan di dalam Lapas juga masih minim. Ketika ada warga binaan yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, terpaksa harus dirujuk ke RSUD.

“Kami berharap ke depan ada klinik khusus di dalam Lapas, agar perawatan awal bisa dilakukan di sini dan tidak selalu harus dirujuk,” ungkap Herry.

Tak hanya itu, sarana dan prasarana lain di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun juga memerlukan perhatian. Sebagian besar bangunan kamar merupakan bangunan lama, termasuk dapur yang butuh perluasan.

Herry berharap pemerintah atau pihak terkait dapat membantu upaya rehabilitasi dan pembangunan fasilitas yang lebih layak.

“Ini demi mendukung pelaksanaan pembinaan yang sesuai dengan standar pemasyarakatan,” tandasnya. (sam/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#warga binaan #over kapasitas #penjara #lapas