Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Meski Ada Hujan, Karhutla Masih Terjadi di Lamandau

Ria Mekar Anggreany • Kamis, 13 Februari 2025 | 20:58 WIB
KARHUTLA: Kebakaran lahan gambut di kebun kelapa sawit seluas kurang lebih 1 hektare di Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kamis (13/02/2025) pagi. ISTIMEWA/RADAR SAMPIT
KARHUTLA: Kebakaran lahan gambut di kebun kelapa sawit seluas kurang lebih 1 hektare di Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kamis (13/02/2025) pagi. ISTIMEWA/RADAR SAMPIT

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Masyarakat Kabupaten Lamandau perlu waspada. Perubahan cuaca yang ekstrim belakangan ini berpotensi menimbulkan bencana alam yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.

Kabupaten Lamandau terjadi dua bencana alam yang kontradiksi di hari yang sama, yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di siang hari dan hujan disertai angin kencang di sore hari. 

Hujan deras disertai angin kencang terjadi Kamis (13/02/2025) sore, mengakibatkan sebagian bangunan selasar RSUD Lamandau rusak dan  sejumlah pohon tua roboh hingga menghalangi jalan di dekat Bundaran Burung, Kota Nanga Bulik. 

"Atas laporan masyarakat, anggota kami sudah ke lapangan untuk melakukan evakuasi pohon tumbang yang menggnggu jalan di dekat bundaran burung. Anggota akan cek ke RSUD karena ada informasi bangunan yang rusak akibat angin," kata Kepala BPBD Lamandau, Hendikel. 

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum hujan deras, pihaknya juga baru selesai berjibaku dengan kebakaran lahan di wilayah Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik. 

Kebakaran berada di wilayah lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan kebun kelapa sawit seluas kurang lebih 1 hektare. 

"Api berhasil dipadamkan kurang dari tiga jam. Kendalanya lokasi kejadian jauh dan jalan sempit untuk sampai ke tempat kebakaran," imbuhnya. 

Hendikel menegaskan, tidak ada korban jiwa dari dua kejadian bencana alam ini. “Saya selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam,” imbaunya. (mex/fm) 

 

 

Editor : Farid Mahliyannor
#bencana alam #cuaca ekstrim #karhutla