PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Kemunculan seekor ular lidi membuat heboh warga Jalan G Obos, Palangka Raya, Jumat (13/12/2024).
Ular yang memiliki bisa itu masuk ke dalam rumah warga bernama Aprilia. Ular tiba-tiba sudah berada, tepatnya di atas kulkas
Lantaran melihat ular, penghuni rumah panik hingga berteriak minta tolong. Untungnya, warga langsung menghubungi tim rescue Damkar Kota Palangka Raya, dan kurang dari 30 menit ular bisa diamankan.
Pemilik rumah Aprilia mengatakan, berawal dari keluar kamar menuju dapur ingin minum. Tiba-tiba dia langsung melihat ular di atas kulkas, karena kaget sontak beriak hingga membuat warga sekitar heboh.
Tak ingin terjadi apa-apa, warga langsung menghubungi Damkar dan tak lama langsung ditolong serta ular ditangkap.
“Saya mau minum, di atas kulkas ada ular, makanya kaget dan spontan teriak. Untungnya tim 112 langsung merespon dan mengamankan ular itu. Pokoknya tadi ketakutan, tetapi tetap salut atas cepatnya tim melakukan penanganan dan datang ke lokasi,” ujar Aprilia.
Sementara itu, Koordinator 112 Sucipto mengatakan, ular tersebut diamankan di dalam rumah warga. Butuh 30 menit bisa menemukan ular tersebut dan nantinya akan dilepasliarkan ke lokasi jauh dari pemukiman warga.
“Ular lidi termasuk ular yang membahayakan nyawa manusia. Makanya kami cepat bergerak,” ujarnya.
Sucipto mengingatkan warga untuk tidak sembarangan mengevakuasi ular biasanya berkaitan dengan masalah keselamatan. Ular, terutama yang berbisa, bisa berbahaya jika dipindahkan atau ditangani tanpa pengetahuan yang tepat.
Oleh karena itu, Damkar sering mengingatkan agar warga tidak mengambil risiko dengan mencoba menangani ular sendiri.
Ular bisa sangat berbahaya, terutama jika mereka terganggu atau merasa terancam. Ular berbisa bisa menyerang sebagai bentuk pertahanan diri.
Dalam evakuasi harus memiliki kemampuan profesional dan perlengkapan yang tepat dan pengetahuan tentang cara menangani ular dengan aman.
Ingat, jika ular dipindahkan atau ditangani sembarangan, bisa menyebabkan ular tersebut merasa terancam dan lebih agresif, yang dapat meningkatkan risiko gigitan atau serangan.
Maka itu, petugas Damkar biasanya memiliki prosedur untuk menangani ular dengan cara yang aman dan humanis, memindahkan mereka ke lokasi yang lebih sesuai tanpa melukai ular tersebut.
“Konkretnya, keselamatan manusia dan perlindungan terhadap satwa liar. Jika warga menemukan ular, disarankan untuk menghubungi petugas Damkar atau ahli reptil yang dapat menangani situasi tersebut dengan benar,” tandasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor