Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Nakes Seruyan Dilatih Hadapi 1000 HPK Bayi dan Anak

Farid Mahliyannor • Kamis, 22 Agustus 2024 | 12:35 WIB
PELATIHAN : Para Tenaga Kesehatan (Nakes) Seruyan mengikuti pelatihan dan penyuluhan terkait 1000 HPK di aula Bapelnas Kalteng, Selasa (20/08/24). ISTIMEWA/RADAR SAMPIT
PELATIHAN : Para Tenaga Kesehatan (Nakes) Seruyan mengikuti pelatihan dan penyuluhan terkait 1000 HPK di aula Bapelnas Kalteng, Selasa (20/08/24). ISTIMEWA/RADAR SAMPIT

KUALA PEMBUANG - Masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Persiapan menghadapi ini, para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Seruyan diberi pelatihan dan menyuluhan sebagai fasilitator utama ibu dan anak.

Penyuluhan dan pembekalan para Nakes Seruyan ini dilakukan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Hal ini bertujuan untuk Nakes menyebarkan informasi secara menyeluruh dan utuh tentang 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga mampu menyampaikan kembali kepada Konselor Pemberian Makan Bagi Bayi dan Anak (PMBA) Tingkat Posyandu.

“Tujuannya untuk membekali nakes dengan pengetahuan, keterampilan dan alat bantu mendukung ibu, ayah dan pengasuh dalam meningkatkan praktik PMBA serta ibu hamil secara optimal,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan, Bahrun Abbas.

Abbas juga menambahkan, para nakes yang diberikan pelatihan ini nantinya akan difokuskan pada pemantauan pertumbuhan, pemberian ASI, pemberian MP-ASI, pemberian makanan pada ibu hamil, bay dan anak berbasis masyarakat.

“Semoga tindak lanjut dari pelatihan ini nantinya untuk bahan evaluasi Dinas Kesehatan guna mendorong percepatan implemantasinya,” ujarnya.

Menurut Abbas yang juga memanggu jabatan sebagai Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah itu menyampaikan, masa 1000 HPK sangat penting karena pada masa itu kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak sangat pesat dan riskan sehingga berdampak terhadap kualitas dan kesehatan generasi pada masa yang akan datang.

“Pada masa 1000 HPK asupan gizi perlu diperhatikan mulai dari calon pengantin, calon ibu, janin hingga anak. Makanya penting dan perlunya pelatihan ini dilakukan oleh para nakes sebagai penyuluh ke masyarakat,” pungkasnya. (rdw/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#tenaga kesehatan (nakes)