Santri Bisa Jadi Pelopor Pencegahan Karhutla

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:37 WIB
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra  memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Arga Mulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kamis (22/10). (Ria/Radar Sampit)
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra  memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Arga Mulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kamis (22/10). (Ria/Radar Sampit)

  

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengajak para santri dan keluarga besar pondok pesantren berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Santri diharapkan menjadi pelopor edukasi pencegahan karhutla sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ajakan tersebut disampaikan Rizky saat memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Arga Mulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kamis (22/10).

Dalam amanatnya, Rizky menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, ia menyebut santri memiliki peran strategis dalam menjaga moral, memperkuat ketahanan sosial, dan mendukung pembangunan bangsa.

Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan daerah, termasuk karhutla yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian hutan, perekonomian, hingga aktivitas pendidikan.

“Santri sejati adalah mereka yang memiliki kepekaan sosial, kepedulian lingkungan, serta keberanian untuk turun tangan menjaga keselamatan alam dan sesama,” tegasnya.

Rizky mendorong para santri menjadi pelopor edukasi pencegahan karhutla dengan menyampaikan bahaya pembakaran lahan sembarangan kepada masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan persuasif yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Selain itu, santri dan generasi muda diharapkan terlibat dalam kegiatan penghijauan, menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan desa, serta bersinergi dengan satuan tugas (satgas) karhutla dan relawan masyarakat.

Ia menegaskan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Hal itu sejalan dengan ajaran Islam yang melarang perbuatan merusak alam.

“Menjaga lingkungan dari kerusakan adalah bentuk jihad ekologis di masa modern,” ujarnya.

Di samping upaya pencegahan di lapangan, Rizky mengajak masyarakat memperbanyak doa, zikir, dan istigasah agar Kabupaten Lamandau dijauhkan dari bencana karhutla serta diberkahi hujan.

Ia berharap santri di Lamandau tumbuh menjadi generasi yang berintegritas moral dan spiritual, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Menurutnya, santri yang berdaya, berakhlak, dan responsif terhadap persoalan daerah akan berperan penting dalam mewujudkan Lamandau yang maju, sejahtera, dan tangguh. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau hari santri