Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah Diliburkan 

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:18 WIB
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menebal di Kabupaten Lamandau. Kondisi tersebut membuat rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah ditunda demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menebal di Kabupaten Lamandau. Kondisi tersebut membuat rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah ditunda demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menebal di Kabupaten Lamandau. Kondisi tersebut membuat rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah ditunda demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Berdasarkan data IQAir pada 20 September 2026 pukul 07.00 WIB, kualitas udara di Nanga Bulik berada pada kategori tidak sehat dengan nilai AQI 162. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 71,7 µg/m³.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau Loren Oktoberi Tahan mengeluarkan instruksi pelaksanaan pembelajaran dengan mempertimbangkan kualitas udara di wilayah Lamandau.

Dalam instruksi itu, satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP di wilayah Kota Nanga Bulik diminta melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga Rabu, 23 September 2026.

Sementara itu, sekolah di luar wilayah Kota Nanga Bulik tetap mengacu pada edaran Bupati Lamandau. Keputusan untuk melaksanakan PTM atau PJJ ditetapkan melalui kesepakatan pihak sekolah bersama komite sekolah dan dituangkan dalam berita acara.

Sebelumnya, pelajar di Kabupaten Lamandau telah menjalani PJJ selama hampir dua pekan akibat kabut asap. Seiring menurunnya aktivitas karhutla pada pekan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lamandau sempat merencanakan PTM kembali dimulai Senin, 21 September 2026, dengan sejumlah pembatasan.

Sejumlah sekolah bahkan telah mengumumkan rencana kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Namun, sebagian sekolah lainnya tetap memilih PJJ dengan mempertimbangkan kondisi udara di wilayah masing-masing.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra sebelumnya mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan kabut asap sebelum memutuskan pelaksanaan PTM. Ia juga menyebut sejumlah orangtua mulai mengalami kendala karena harus mendampingi anak belajar dari rumah.

“Ada beberapa orangtua yang chat saya, pusing harus ngajari anak di rumah. Kita lihat kalau asapnya sudah berkurang, Senin nanti bisa tatap muka,” ujar Rizky beberapa waktu lalu.

Namun, kondisi kembali memburuk. Aktivitas karhutla di sejumlah wilayah sekitar kota, desa-desa, hingga kabupaten tetangga menyebabkan kabut asap kembali menebal. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk menunda PTM.

Pihak sekolah diminta terus memantau perkembangan kualitas udara serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Kondisi kabut asap dan kualitas udara akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelanjutan PTM di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau sekolah libur karhutla