Klarifikasi tersebut disampaikan Pengurus KDMP Perigi Raya, Daud, didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Perigi Raya Haryanto dan Tokoh Masyarakat RT 02, Dukung, saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (14/9).
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan bangunan KDMP di Desa Perigi Raya viral di media sosial TikTok. Video yang diunggah akun Ahmad Subandi itu memperlihatkan bangunan koperasi yang berada di persimpangan jalan dan dikelilingi pepohonan.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan narasi bahwa bangunan KDMP berada di tengah hutan rimba. Namun, Pemerintah Desa Perigi Raya menegaskan lokasi pembangunan berada di wilayah permukiman RT 02 dan merupakan bagian resmi dari Desa Perigi Raya.
Daud mengatakan, titik pembangunan KDMP telah ditetapkan melalui perencanaan pemerintah desa. Menurut dia, lokasi tersebut juga tidak terisolasi seperti kesan yang muncul dalam video.
"Kami meluruskan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini bukan berada di tengah hutan rimba, melainkan di wilayah permukiman RT 02 yang merupakan bagian resmi dari Desa Perigi Raya," ujar Daud.
Dia menjelaskan, di sekitar bangunan koperasi terdapat sejumlah fasilitas umum dan rumah warga, di antaranya gereja atau rumah ibadah serta tower telekomunikasi.
"Di sekitar gedung koperasi terdapat gereja atau rumah ibadah, tower telekomunikasi, serta beberapa unit rumah milik warga RT 02," jelasnya.
Daud berharap keberadaan gedung KDMP dapat mendorong perkembangan kawasan permukiman di RT 02. Kehadiran koperasi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan aktivitas masyarakat.
"Harapan kami, hadirnya bangunan koperasi ini dapat menambah minat masyarakat untuk membangun permukiman di area ini, sehingga perekonomian warga Desa Perigi Raya dapat semakin tumbuh dan berkembang," tuturnya.
Pihak desa menyayangkan narasi dalam video tersebut karena dinilai dapat menimbulkan persepsi keliru mengenai lokasi pembangunan dan penggunaan anggaran pemerintah.
Atas beredarnya video tersebut, Pemerintah Desa Perigi Raya bersama pengurus koperasi dan tokoh masyarakat meminta Ahmad Subandi selaku pengunggah video memberikan klarifikasi secara terbuka.
"Kami meminta kepada yang bersangkutan untuk segera mengklarifikasi maksud dan tujuan dari pembuatan video tersebut, karena narasi yang dibentuk sangat merugikan kami dan memberi kesan keliru seolah-olah dana pemerintah dibangun di tempat yang tidak layak," tegas Daud. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno