Komitmen TAP untuk Negeri, PT FLTI Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla melalui Sosialisasi dan Patroli

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:00 WIB
PT First Lamandau Timber International (FLTI) bersama para pemangku kebijakan lainnya melaksanakan Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di area rawan.
PT First Lamandau Timber International (FLTI) bersama para pemangku kebijakan lainnya melaksanakan Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di area rawan.

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Di tengan musim kemarau dan meningkatnya Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT First Lamandau Timber International (FLTI) member of PT Triputra Agro Persada Tbk memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi, penyerahan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, simulasi pemadaman, hingga patroli terpadu bersama pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla tersebut dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Aula Kantor Camat Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri, yang menempatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko karhutla sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional, sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan sosialisasi mengenai karhutla serta Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Lamandau perihal larangan membuka lahan dengan cara membakar.

PT First Lamandau Timber International (FLTI) menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pencegahan karhutla kepada lima desa dan dua kecamatan di Kabupaten Lamandau, sebagai bagian dari rangkaian Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla.
PT First Lamandau Timber International (FLTI) menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pencegahan karhutla kepada lima desa dan dua kecamatan di Kabupaten Lamandau, sebagai bagian dari rangkaian Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla.

PT FLTI juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pengendalian karhutla kepada lima desa dan dua kecamatan di sekitar wilayah oerasional perusahaan.

Sebanyak tujuh set peralatan disalurkan untuk membantu memperkuat kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hingga ke tingkat desa.

Camat Belantikan Raya, Fery Natalianto, mengatakan pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah tersebut. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Pembukaan lahan dengan cara membakar ini masih jadi tantangan serius bagi Masyarakat di Belantikan Raya, Lamandau. Sesuai Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup, dan Instruksi Bupati Lamandau tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, kami turut mengapresiasi Langkah PT FLTI dalam melakukan sosialisasi dan patroli gabungan ini,” ungkap Fery Natalianto, Camat Belantikan Raya.

Rangkaian kegiatan juga diisi simulasi pemadaman kebakaran yang melibatkan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) bersama Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT FLTI. 

Simulasi tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan personel sekaligus memastikam peralatan pemadam dapat digunakan secara optimal apabila terjadi kondisi darurat kebakaran.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula Patroli Terpadu yang melibatkan unsur pemerintah daerah, BPBD Lamandau, Dinas Peternakan dan Perikanan Lamandau, Dinas Lingkungan Hidup Lamandau, Camat Belantikan Raya, Camat Lamandau, perwakilan Polsek Lamandau, Koramil Lamandau, dan unsur masyarakat dari lima desa sekitar perusahaan yaitu Bayat, Tangga Batu, Belibi, Sungai Buluh, dan Sekoban, serta Demang Kecamatan Belantikan Raya, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Belantikan Raya.

Dalam patroli tersebut, tim tidak menemukan adanya titik api baik di lahan milik masyarakat maupun di wilayah operasional perusahaan.

Tim juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran (Damkar) milik PT FLTI serta berbagai langkah pencegahan karhutla yang telah dijalankan perusahaan selama ini.
Estate Manager PT FLTI, Andri Julian Marpaung, mengatakan pencegahan menjadi langkah utama dalam menghadapi risiko karhutla.

“Perusahaan percaya upaya terbaik dalam menghadapi Karhutla adalah mencegah sebelum api muncul, bersiap sebelum kebakaran terjadi, dan bergerak bersama ketika ancaman datang. Kita semua memahami bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan satu pihak, karena dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Saat seluruh elemen bersatu, saling mendukung, dan menjalankan perannya masing-masing, maka ancaman Karhutla dapat kita minimalisir,” ungkap Andri.

Rangkaian sosialisasi, penyerahan sarana dan prasarana, simulasi pemadaman, serta patroli terpadu ini menjadi bagian dari langkah antisipatif berkelanjutan PT First Lamandau Timber International dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Melalui semangat TAP Untuk Negeri, perusahaan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menjaga wilayah sekitar tetap aman dari ancaman karhutla. Sebab, mencegah api bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan masa depan negeri. (*)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
PT First Lamandau Timber International PT FLTI PT Triputra Agro Persada