Kualitas Udara Nanga Bulik Masuk Kategori Tak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:32 WIB
KEBAKARAN: Hutan di Bukit Sebayan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah terbakar. Kobaran api mengancam kawasan hutan lindung. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
KEBAKARAN: Hutan di Bukit Sebayan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah terbakar. Kobaran api mengancam kawasan hutan lindung. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kualitas udara di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, mulai masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan pemantauan indeks kualitas udara (AQI) IQAir pada Selasa (1/9) pukul 07.00 WIB, kualitas udara tercatat 129 AQI US dengan polutan utama PM2.5 sebesar 46,7 µg/m³.

Kondisi tersebut mendorong Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat asap muncul, terutama pada pagi dan sore hari. Kelompok rentan juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

" khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau penderita asma untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari dampak gangguan kesehatan," pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamandau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Pippy Yulianti, mengatakan belum terdapat peningkatan signifikan kasus penyakit yang berkaitan dengan dampak kabut asap.

"Kalau dari sisi peningkatan kasus penyakit, belum drastis," ujar Pippy.

Berdasarkan data pelayanan rawat jalan dari 11 puskesmas dan satu rumah sakit di Kabupaten Lamandau, tercatat 356 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 8 hingga 31 Agustus 2026.

Pippy menyebutkan, jumlah kasus harian tertinggi tercatat pada Senin (31/8), yakni 44 kasus. Kasus terbanyak ditemukan di Puskesmas Bulik dan Puskesmas Sematu Jaya.

"Paling banyak kasusnya hari ini, 44 kasus, paling banyak di Puskesmas Bulik dan Sematu Jaya," kata Pippy.

Dinas Kesehatan Lamandau terus memantau perkembangan kasus penyakit, khususnya ISPA, di tengah kondisi karhutla dan potensi paparan kabut asap di sejumlah wilayah.  (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau asap karhutla