Kabut Asap Mulai Mengancam, RSUD Gusti Abdul Gani dan 11 Puskesmas di Lamandau Siapkan Ruang Oksigen

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:35 WIB
RSUD Gusti Abdul Gani gratiskan untuk petugas yang memadamkan api
RSUD Gusti Abdul Gani gratiskan untuk petugas yang memadamkan api

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mulai mendapat perhatian serius, menyusul potensi munculnya kabut asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, fasilitas kesehatan di Kabupaten Lamandau mulai meningkatkan kesiapsiagaan.

Sebanyak 11 puskesmas se-Kabupaten Lamandau kini telah menyiapkan ruang oksigen yang dapat digunakan sebagai fasilitas darurat apabila terjadi peningkatan gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Pippy Yulianti, mengatakan kesiapan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi memburuknya kualitas udara.

“Kalau masker, vitamin, dan oksigen portable sudah kami minta ke Dinkes Provinsi, semoga bisa datang tepat waktu,” harap Pippy.

Menurutnya, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi penting mengingat kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat. Selain menyiapkan ruang oksigen, pihaknya juga terus memantau kondisi kesehatan masyarakat, khususnya potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hal senada disampaikan Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni. Ia memastikan rumah sakit juga telah menyiapkan fasilitas yang memadai, termasuk ruang oksigen, sebagai langkah menghadapi kemungkinan meningkatnya pasien yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.

“Untuk petugas yang membantu menangani pemadaman karhutla bahkan kita berikan penanganan medis secara gratis. Kemarin sudah ada satu petugas Damkar yang sempat kita rawat,” ungkapnya.

Mardoni menambahkan, hingga saat ini belum terlihat peningkatan signifikan jumlah penderita ISPA di RSUD Gusti Abdul Gani. Meski demikian, kondisi udara di Lamandau mulai sedikit tercemar akibat kabut asap yang muncul dari aktivitas karhutla.

Berdasarkan data RSUD Gusti Abdul Gani, jumlah pasien ISPA pada Juni tercatat sebanyak 86 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 99 pasien pada Juli, sementara pada Agustus hingga 25 Agustus 2026 tercatat sebanyak 52 pasien.

“Untuk saat ini belum ada peningkatan yang signifikan. Tapi kita tetap waspada karena kualitas udara sudah mulai sedikit tercemar akibat kabut asap,” ujarnya.

Pemerintah dan fasilitas kesehatan mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia serta mereka yang memiliki gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan lainnya.(mex)

Editor : Slamet Harmoko
ruang oksigen gratis RSUD Lamandau RSUD Gusti Abdul Gani puskesmas