NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Cuaca panas mulai berdampak di Kabupaten Lamandau. Dalam dua hari terakhir, terjadi dua kebakaran lahan dan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah tersebut meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau Hendikel mengatakan, kebakaran pertama terjadi di lahan kosong SP 1 Desa Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, pada Minggu (12/7). Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke semak belukar yang mengering akibat cuaca panas. Sehari kemudian, Senin (13/7), BPBD kembali menerima laporan kebakaran lahan di Desa Batu Kotam.
"Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua. Beberapa hari terakhir suhu udara cukup tinggi sehingga vegetasi menjadi lebih kering dan sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah merembet dan sulit dikendalikan," ujar Hendikel.
BPBD juga merilis pembaruan kondisi cuaca berdasarkan data Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, BMKG, hingga Senin pukul 16.00 WIB. Data tersebut menunjukkan terdapat 26 titik panas di Kalimantan Tengah, turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 34 titik. Meski demikian, jumlah titik panas di Kabupaten Lamandau justru meningkat.
"Kalau hari Minggu kemarin di Kabupaten Lamandau hanya terpantau satu titik panas, hari ini meningkat menjadi empat titik," kata Hendikel.
Menurut BPBD, kualitas udara di Kalimantan Tengah masih tergolong baik dan belum terdapat kabut asap. Namun, berdasarkan Peta Potensi Kemudahan Terbakar (Fine Fuel Moisture Code/FFMC), hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah didominasi indikator berwarna merah yang menunjukkan dedaunan kering, rumput, dan vegetasi permukaan sangat mudah terbakar.
Sementara itu, Peta Potensi Kemudahan Penyebaran Api (Initial Spread Index/ISI) didominasi warna kuning hingga merah. Kondisi tersebut menunjukkan potensi penyebaran api yang cukup cepat apabila terjadi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin mendukung.
Hendikel menegaskan pencegahan merupakan langkah paling efektif menghadapi ancaman karhutla. Ia mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan titik api atau kepulan asap kepada aparat desa, BPBD, TNI, Polri, maupun instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
BPBD Kabupaten Lamandau memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan terus ditingkatkan selama musim kemarau. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah karhutla guna menghindari kerugian lingkungan, ekonomi, dan kesehatan. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno