NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Lamandau meluncurkan tujuh aksi perubahan kinerja organisasi hasil Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026.
Langkah tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya inovasi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Peluncuran yang digelar bersama jajaran pemerintah daerah itu menjadi penanda bahwa hasil pelatihan kepemimpinan tidak berhenti sebagai pemenuhan pengembangan kompetensi ASN, melainkan diwujudkan dalam berbagai program inovatif yang diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan harus mampu melahirkan pemimpin yang membawa perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
Menurutnya, tujuh aksi perubahan yang diluncurkan mencerminkan keseriusan para pejabat administrator dalam menciptakan sistem kerja yang lebih efektif, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dedikasi, kreativitas, dan kerja keras seluruh peserta PKA Angkatan II Tahun 2026 yang berhasil merancang berbagai inovasi untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintahan.
Meski demikian, Rizky mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari proses peluncurannya, tetapi juga dari implementasi dan keberlanjutannya sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lamandau, Irwansyah, mengatakan pada tahun 2026 Pemkab Lamandau mengirim tujuh pejabat administrator mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.
Ketujuh peserta tersebut kemudian menghasilkan tujuh aksi perubahan yang kini resmi diterapkan di lingkungan Pemkab Lamandau.
Inovasi pertama adalah Kompas-IP ASN (Konsolidasi Monitoring, Penghargaan, dan Anggaran Kompetensi) yang digagas Kepala Bidang Pengembangan BKPSDM Kabupaten Lamandau, Merry Afrianto. Program ini bertujuan meningkatkan Indeks Profesionalitas ASN.
Berikutnya Simak Certas (Sistem Manajemen Kinerja Capaian Evaluasi Real-Time Data Akuntabel Smart) yang diinisiasi Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, Dr. Mardoni Setiawan, untuk memperkuat sistem evaluasi kinerja berbasis data secara real time.
Di bidang tata kelola data, hadir Portal Website Sadakala (Satu Data Kabupaten Lamandau) yang digagas Kepala Bidang Statistik, Manajemen Data, dan Persandian Dinas Kominfostandi, Rahmad Qosim.
Sementara itu, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) melahirkan inovasi Siap Digital, yakni sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah berbasis digital yang digagas Alma Idah guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata menghadirkan Pelita Laman (Program Penguatan Layanan Informasi dan Data Kepariwisataan). Inovasi yang digagas Edmon Lamey tersebut menyediakan layanan informasi kunjungan wisata, data destinasi, hingga promosi pariwisata secara kolaboratif.
Kemudian terdapat LIKE (Layar Informasi Keprotokolan) yang dikembangkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Medika Hermawan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi kegiatan keprotokolan sekaligus memperkuat citra pimpinan daerah.
Adapun inovasi terakhir adalah Paman Kasih (Program Pemantauan dan Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan) yang digagas Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Cristina.
Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan segar bagi masyarakat Lamandau.
Irwansyah berharap seluruh aksi perubahan tersebut tidak berhenti sebagai proyek pelatihan semata, melainkan terus dikembangkan menjadi sistem kerja yang berkelanjutan.
"Melalui inovasi ini, kami ingin membangun birokrasi yang semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya. (mex/sla)
Editor : Slamet Harmoko