NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Panen raya durian di Desa Benakitan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Tahura Bukit Benyawai.
Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat mencicipi durian lokal yang sedang melimpah dengan harga yang sangat terjangkau.
Di tengah musim panen, warga setempat menawarkan durian dengan harga murah, bahkan hanya Rp10 ribu untuk tiga buah.
Kondisi ini membuat banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk menikmati buah khas Kalimantan itu langsung dari kebun sambil merasakan suasana pedesaan yang asri.
Tak hanya wisata durian, kawasan Tahura Bukit Benyawai juga menyuguhkan panorama alam yang memukau. Hamparan bukit hutan hujan tropis yang hijau serta udara sejuk menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan.
Di kawasan ini, pengunjung juga dapat menjelajahi Air Terjun Bongki yang tersembunyi di tengah lebatnya hutan hujan tropis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lamandau, Ostra menjelaskan, Tahura Bukit Benyawai merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran penting bagi masyarakat.
Selain menjaga keseimbangan ekosistem, kawasan ini juga menjadi sumber mata pencaharian melalui pengembangan ekowisata berbasis komunitas.
“Keberadaan Tahura tidak hanya untuk melindungi hutan dan satwa liar, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui wisata alam dan hasil hutan non-kayu seperti buah durian,” ujarnya.
Tahura Bukit Benyawai sendiri mencakup wilayah Desa Benakitan, Ginih, Kinipan hingga sebagian Kecamatan Delang, dengan luas usulan sekitar 2.362 hektare.
Kawasan ini dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, menjadi habitat Orangutan, Bekantan, Rusa hingga burung rangkong, sekaligus menyimpan potensi wisata alam yang menjanjikan bagi Kabupaten Lamandau.(mex/sla)
Editor : Slamet Harmoko