NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 17 pasien berhasil menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di RSUD Gusti Abdul Gani Kabupaten Lamandau pada 18–20 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau dan RSUD Gusti Abdul Gani itu melibatkan tim dokter yang dipimpin dr. Agus Santoso Budi, Sp.B.P.R.E., Subsp.E.L.(K), dr. Fiera Avrillia Ferdianty, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin, serta Dr. dr. Bhirowo Yudo Pratomo, Sp.An-TI, Subsp.An.KV(K).
Para pasien yang ditangani berusia beragam, mulai dari bayi usia 5 bulan hingga dewasa 23 tahun. Dari total tersebut, 11 pasien berasal dari Kabupaten Lamandau, sementara sisanya berasal dari luar daerah, yakni Kalimantan Barat (1 orang), Sukamara (1 orang), dan Kotawaringin Barat (4 orang).
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, menyampaikan bahwa seluruh tindakan operasi berjalan lancar dan saat ini para pasien menjalani masa pemulihan di bawah pengawasan tim medis. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan tenaga kesehatan.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Ini bentuk nyata kepedulian kita terhadap masyarakat. Saya sangat bersyukur kegiatan ini berjalan sukses dan 17 pasien bisa mendapatkan penanganan dengan baik. Harapan kami program seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga,” ujar Rizky.
Salah satu orang tua pasien juga menyampaikan rasa syukur karena anaknya dapat menjalani operasi secara gratis. Ia mengungkapkan bahwa biaya operasi bibir sumbing secara mandiri cukup tinggi dan sulit dijangkau keluarganya.
“Kalau harus bayar sendiri tentu berat, biayanya mahal sekali. Kami sangat berterima kasih karena lewat program ini anak kami akhirnya bisa dioperasi tanpa biaya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan layanan medis dapat terbantu tanpa terbebani biaya besar. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno