NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com-Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperoleh data akurat guna perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menurut Bupati, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memetakan kondisi riil kegiatan usaha di berbagai sektor, baik skala kecil, menengah, maupun besar. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Lamandau, untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang jujur dan akurat,” ujar Rizky.
Ia menegaskan, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas lapangan semata, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Tanpa partisipasi aktif, data yang dihasilkan dikhawatirkan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Lebih lanjut, dirinya juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa, hingga perangkat terkait, untuk ikut membantu menyosialisasikan pentingnya sensus ekonomi kepada masyarakat.
“Saya juga meminta seluruh aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan sensus ini, agar berjalan lancar dan sukses,” imbuh Rizky.
Baca Juga: Bupati Sukamara Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026
Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini mencakup pendataan seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar di seluruh Indonesia.
Kepala BPS kabupaten Lamandau, Iskandar menjelaskan, SE2026 bertujuan untuk memotret struktur ekonomi nasional, mengetahui karakteristik pelaku usaha, serta melihat perkembangan ekonomi digital dan kreatif yang semakin pesat.
“Dalam pelaksanaannya, sensus akan dilakukan melalui dua metode, yakni pengisian kuesioner secara daring (online) serta kunjungan langsung (door-to-door) oleh petugas ke lokasi usaha,” pungkasnya.(mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama