Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Anak-Anak Lamandau Pecahkan Rekor MURI Lewat Tari Baigal

Ria Mekar Anggreany • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:54 WIB
Ribuan anak usia dini menampilkan pertunjukan kolosal tari baigal mengelilingi Bundaran Rusa Nanga Bulik,  Senin (4/5) pagi. (ria/radar sampit) 
Ribuan anak usia dini menampilkan pertunjukan kolosal tari baigal mengelilingi Bundaran Rusa Nanga Bulik,  Senin (4/5) pagi. (ria/radar sampit) 

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, berlangsung meriah pada Senin (4/5) pagi. Kegiatan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diwarnai pertunjukan kolosal tari Baigal yang melibatkan lebih dari 2.000 anak PAUD se-Kabupaten Lamandau di kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik.

Pertunjukan tari massal tersebut berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penampilan tari daerah dengan jumlah peserta anak PAUD terbanyak. Ribuan anak tampak antusias dan gembira menari bersama meskipun cuaca cukup terik.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak. Oleh karena itu, perhatian terhadap layanan PAUD yang berkualitas menjadi komitmen penting bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau,” ujarnya.

Ia juga menyebut pencatatan rekor MURI melalui tari Baigal menjadi momentum penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya daerah serta mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra, mengatakan kegiatan Gebyar PAUD dan pencatatan rekor MURI bukan sekadar pertunjukan, melainkan simbol komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Partisipasi ribuan anak PAUD se-Kabupaten Lamandau menunjukkan semangat dan potensi besar yang kita miliki. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya tampil dengan gembira, tetapi juga belajar mencintai budaya daerah dan mengenal jati dirinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Hardiknas mengingatkan bahwa pendidikan merupakan dasar masa depan bangsa yang harus dimulai sejak usia dini. Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik Integratif yang menekankan pemenuhan kebutuhan anak secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan.

Tari Baigal sendiri merupakan tarian khas masyarakat Dayak Tomun yang biasa ditampilkan dalam pesta atau setelah upacara adat. Tarian ini dibawakan secara berkelompok dengan gerakan berhadapan mengikuti irama musik tradisional yang cenderung lambat.

Selain sebagai hiburan, tari Baigal juga memiliki makna sebagai bentuk penghormatan, mempererat kebersamaan, dan memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan anak usia dini. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#lamandau #MURI #PAUD