NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Menjelang akhir tahun, aroma durian mulai semerbak di Kota Nanga Bulik. Sepanjang Jalan Batu Batanggui dan sekitarnya, puluhan pedagang durian tampak berjajar menjajakan buah musiman tersebut.
Pemandangan ini menarik perhatian para pengguna jalan. Aroma khas durian yang menyengat kerap membuat pengendara motor maupun mobil menghentikan laju kendaraannya untuk membeli dan mencicipi buah yang dijuluki raja buah itu.
Salah seorang warga, Bony, mengaku tergoda dengan aroma durian saat melintas di kawasan tersebut. Meski mengaku membatasi konsumsi durian karena memiliki riwayat kolesterol dan tekanan darah tinggi, ia tetap menyempatkan diri untuk mencicipinya.
“Dari jauh aromanya sudah tercium. Ternyata musim durian sudah datang lagi. Cicip sedikit saja, tidak berani banyak-banyak, daripada kepuhunan,” ujarnya.
Meski musim durian baru dimulai, pasokan durian yang dijual para pedagang terbilang cukup melimpah. Namun, harga durian masih relatif tinggi dibandingkan musim sebelumnya.
Salah seorang pedagang, Upri, mengatakan durian yang dijual sebagian besar didatangkan dari Kalimantan Barat sehingga memengaruhi harga jual.
“Kami mengambil durian dari Kalimantan Barat, dan di sana harganya masih mahal. Jadi kami juga terpaksa menjual agak lebih mahal. Harganya mulai dari Rp20 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp100 ribu per buah untuk ukuran besar,” jelasnya. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno