Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Petani Sawit Lamandau Bersyukur Terima Insentif RSPO Periode 3

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:00 WIB

Penyerahan secara simbolis insentif RSPO yang diwakili oleh Direktur BUMDes Choirul Fuadi.
Penyerahan secara simbolis insentif RSPO yang diwakili oleh Direktur BUMDes Choirul Fuadi.

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Sejumlah petani sawit di Kabupaten Lamandau menyampaikan rasa bahagia atas penyelenggaraan acara penyerahan dan distribusi dana insentif RSPO periode ke-3.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait yang telah berkolaborasi dalam menjalankan program perkebunan sawit berkelanjutan di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid menyampaikan bahwa acara berlangsung dalam keadaan sehat dan kondusif.

Ia juga menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada Pemerintah Desa Mekar Mulya, pengurus BUMDes, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga program ini dapat berjalan dengan baik.

Menurut Wakil Bupati, program insentif dari RSPO merupakan bentuk penghargaan terhadap praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa dana insentif tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa masyarakat mampu mengelola sumber daya secara bijaksana dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

Melalui BUMDes Berkah Mulya Jaya, Mekar Mulya, dana insentif ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Manfaat tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan ekonomi desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun untuk mendukung berbagai program pembangunan di tingkat desa.

Wakil Bupati juga mengapresiasi dukungan dari pihak perusahaan yang telah turut berperan dalam mendorong terwujudnya kemitraan yang baik antara dunia usaha dan masyarakat.

Ia menyatakan bahwa sinergi seperti ini sangat penting agar pembangunan di daerah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Kepada pengurus BUMDes, Wakil Bupati memberikan pesan agar dana insentif dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Tujuannya adalah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas di desa terkait.

Selain itu, ia juga mengajak agar BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kemandirian desa.

Ia berharap Desa Mekar Mulya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Lamandau dalam mengelola potensi yang dimiliki.

Direktur BUMDesa Choirul Fuadi menjelaskan bahwa agenda distribusi insentif kredit RSPO tahun ke-3 ini diberikan kepada 506 pekebun yang tersebar di 4 desa.

Ia juga menceritakan sejarah kegiatan sertifikasi RSPO dan ISPO yang dilakukan oleh BUMDes Berkah Mulya Jaya, yang diawali dengan deklarasi bersama Pemerintah Desa Mekar Mulya pada Agustus 2021 dengan didampingi oleh PT SSMS, BPD, dan tokoh masyarakat.

Setelah melalui proses panjang, BUMDes mendapatkan sertifikat badan hukum pada Desember 2021 melalui fasilitasi DPMD, kemudian melakukan rekrutmen anggota serta pendaftaran membership RSPO.

Pada Januari 2023, BUMDes Berkah Mulya Jaya secara resmi menjadi anggota RSPO dan menjadi organisasi pekebun pertama di Lamandau yang mencapai status tersebut.

Pada tahun yang sama, mereka berhasil lolos audit pertama dengan 126 pekebun dan total luasan 537 hektar, serta mendapatkan sertifikat RSPO sebagai pekebun pertama di daerah tersebut.

Pada tahun 2024, organisasi berhasil melakukan book & claim palm trace senilai 760 juta dengan insentif 500 ribu per hektar bagi pekebun.

Jumlah pekebun juga bertambah signifikan menjadi 455 orang dengan luasan 1500 hektare setelah bergabungnya Desa Purwareja dan Desa Bina Bhakti.

Pada audit penilikan kedua, Desa Wonorejo turut bergabung sehingga jumlah pekebun menjadi 506 orang dengan total luasan 1997 hektare.

Selain itu, pada tahun 2025-2026, sebanyak 1.073,79 hektar dan 370 pekebun berhasil tersertifikasi ISPO sebagai yang pertama di Lamandau.

Untuk periode ke-3 tahun ini, BUMDes kembali melakukan penjualan kredit melalui sistem PRISMA RSPO dengan pembeli Nestle, berhasil membukukan nilai sebesar Rp 1.748.940.171.

Dana tersebut akan didistribusikan untuk PAD sebesar Rp 33.138.000, CSR Rp 16.569.138, kas usaha Rp 41.422.846, serta bagi pekebun sebesar Rp 737.326.659 yang meningkat 50% dari periode sebelumnya.

Selain uang, pekebun juga akan menerima APD untuk kegiatan semprot.

Seperti tahun sebelumnya, sebagian dana juga dialokasikan untuk konservasi orang utan dan hutan desa sebagai komitmen terhadap keberlanjutan ekosistem.

Choirul Fuadi menyatakan bahwa sertifikasi sawit berkelanjutan seperti RSPO dan ISPO bukan sekadar label, melainkan komitmen nyata terhadap pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung program ini dan menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan khususnya terkait dana untuk penyelenggaraan ISPO sesuai dengan Permentan No 44 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Keuangan No 10 Tahun 2026, sehingga lebih banyak pekebun dapat tersertifikasi.(mex)

Editor : Slamet Harmoko
#lamandau #insentif #mekar mulya #RSPO #nanga bulik