SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Titik api kembali muncul di Desa Luwuk Bunter, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Baru-baru tadi kebakaran terjadi di areal gambut yang dikenal sangat mudah terbakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan minim hujan yang melanda wilayah ini dalam beberapa pekan terakhir.
Kebakaran menghanguskan sebagian kecil lahan berupa semak belukar. Beruntung, api tidak meluas hingga ke areal perkebunan kelapa sawit di sekitarnya. Api berhasil dipadamkan oleh pemilik lahan bersama warga setempat sebelum membesar.
Salah satu pemilik lahan, Udin, mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber api tersebut. Ia menyebutkan bahwa area yang terbakar merupakan semak belukar yang baru saja disemprot.
“Saya juga tidak tahu apinya dari mana. Kebetulan yang terbakar itu semak belukar yang baru disemprot,” ujarnya,Sabtu (24/1).
Udin menambahkan, ketersediaan air di lahan masih mencukupi sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat. Hal ini mencegah api menjalar lebih luas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Sementara itu, warga lainnya, Taufiq, mengungkapkan wilayah Desa Luwuk Bunter sudah lebih dari sepekan tidak diguyur hujan. Cuaca panas berkepanjangan menyebabkan debit air di sumur dan sungai mulai menyusut.
“Sudah lebih dari seminggu tidak hujan. Sekarang cuaca panas, sumur dan sungai mulai mengering,” ungkapnya.
Menurut Taufiq, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang rawan terbakar. Ia berharap hujan dapat segera turun guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.
Sejak awal tahun 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur memang mencatat peningkatan kejadian karhutla. Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa hingga Januari 2026 telah terjadi lebih dari delapan peristiwa kebakaran lahan di berbagai wilayah, dengan luasan terdampak bervariasi mulai dari skala kecil hingga beberapa hektare. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat karhutla serta meningkatkan pemantauan titik panas.
Selain kejadian di Luwuk Bunter, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 29, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Minggu (25/1/2026). Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kondisi angin yang bertiup cukup kencang saat kejadian menyebabkan api cepat menyebar dan merambat ke semak belukar di sekitar lokasi.
Dalam proses pemadaman, BPBD Kotim menurunkan dua unit truk tangki air serta melibatkan sejumlah personel. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak ada titik api baru.
“Alhamdulillah, kondisi akhir lokasi kebakaran sudah padam dan situasi dinyatakan aman. Tidak ada kendala berarti selama penanganan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya dalam membuang puntung rokok dan tidak melakukan pembakaran lahan. Mengingat wilayah Kotim mulai memasuki musim kemarau, risiko karhutla dinilai semakin tinggi.
“Kami berharap masyarakat aktif melaporkan jika menemukan kebakaran hutan dan lahan di lingkungannya,” pungkas Multazam.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama