Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gebyar Seni Budaya Dirangkai dengan Sukamara Peduli Bencana

Fauziannur • Senin, 29 Desember 2025 | 12:02 WIB
Bupati Sukamara Masduki bersama Forkopimda saat membuka Gebyar Seni Budaya dan Sukamara Peduli Bencana di Taman Permata Sukma.
Bupati Sukamara Masduki bersama Forkopimda saat membuka Gebyar Seni Budaya dan Sukamara Peduli Bencana di Taman Permata Sukma.

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Gebyar Seni Budaya yang dirangkai dengan kegiatan Sukamara Peduli Bencana. Acara tersebut resmi dibuka oleh Bupati Sukamara Masduki, Sabtu (27/12) malam, di Taman Permata Sukma.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan yang berlangsung hingga malam pergantian tahun. Selain itu, panitia juga menggelar doa bersama lintas agama serta penggalangan dana bagi korban bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Masduki mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban bencana, khususnya di wilayah Sumatera. Menurutnya, doa merupakan ikhtiar spiritual agar para korban diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan.

“Marilah kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga mereka senantiasa diberikan pertolongan dan perlindungan,” ujar Masduki. 

Ia juga berharap para relawan yang bertugas di lokasi bencana selalu diberikan kesehatan serta keselamatan, dan daerah terdampak dapat segera pulih serta bangkit kembali.

Masduki menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi di berbagai daerah telah membawa duka mendalam bagi masyarakat. Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi pengingat pentingnya nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas dalam menghadapi masa-masa sulit.

Melalui kegiatan Gebyar Seni Budaya dan Sukamara Peduli Bencana, Masduki berharap terwujud kepedulian nyata masyarakat Kabupaten Sukamara terhadap sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, Dewan Kesenian Daerah, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum, untuk berpartisipasi secara tulus sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Bantuan yang kita himpun bukan semata-mata bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol empati, kebersamaan, dan persaudaraan sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. (fzr/yit)

Editor : Heru Prayitno
#Gebyar Seni #sukamara